Dalam proses pendidikan dasar, perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka kelas 3 SD menjadi instrumen penting yang membantu guru mengarahkan kegiatan belajar mengajar.
Kurikulum Merdeka menekankan pada fleksibilitas, diferensiasi, dan pembelajaran berbasis proyek, sehingga perangkat ini harus di susun secara sistematis namun tetap sesuai dengan kebutuhan siswa.
Perangkat pembelajaran yang baik akan menjadi pedoman guru untuk mencapai capaian pembelajaran secara terarah, sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa.
Komponen Pembelajaran Kurikulum Merdeka Kelas 3 SD

Setiap guru wajib memahami komponen utama dalam menyusun perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka kelas 3 SD.
1. Capaian Pembelajaran (CP)
CP menjadi dasar penyusunan perangkat karena menggambarkan kompetensi yang harus di capai siswa pada fase B (kelas 1–3 SD).
2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
ATP adalah urutan tujuan pembelajaran yang sistematis untuk membantu guru menyusun langkah-langkah belajar dari awal hingga akhir.
3. Modul Ajar
Modul ajar menggantikan RPP pada kurikulum sebelumnya. Isinya meliputi tujuan, langkah pembelajaran, asesmen, serta media yang di gunakan.
4. Asesmen Formatif dan Sumatif
Perangkat pembelajaran harus mencakup metode evaluasi untuk memantau perkembangan siswa, baik melalui asesmen harian, mingguan, maupun proyek.
Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka Kelas 3 SD

Penyusunan perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka kelas 3 SD memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya:
1. Memberikan Arah bagi Guru
Dengan perangkat yang jelas, guru memiliki panduan terstruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar.
2. Membantu Siswa Mencapai Kompetensi
Perangkat disusun agar sesuai dengan capaian pembelajaran yang di tetapkan oleh pemerintah.
3. Menyesuaikan Pembelajaran dengan Kebutuhan Siswa
Setiap anak memiliki gaya belajar berbeda, sehingga perangkat bisa membantu guru melakukan di ferensiasi.
Strategi Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kelas 3 SD

Agar lebih efektif, guru dapat menggunakan strategi berikut saat menyusun perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka kelas 3 SD:
1. Memanfaatkan Teknologi Digital
Guru bisa menyusun modul ajar menggunakan aplikasi digital agar lebih mudah di akses.
2. Integrasi Pembelajaran Proyek
Siswa kelas 3 bisa di libatkan dalam proyek sederhana, misalnya menanam tanaman, membuat karya seni, atau permainan edukatif berbasis kelompok.
3. Kolaborasi Antar Guru
Perangkat pembelajaran lebih kaya jika di susun secara kolaboratif bersama guru sejawat.
Sebagai tambahan, guru juga bisa menyiapkan referensi akademik lain yang mendukung.
Misalnya, memahami materi ujian dengan mengacu pada panduan Kisi kisi TKA SMA 2025 resmi agar pembelajaran di SD dapat terarah hingga jenjang lebih tinggi.
Tantangan dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran untuk Kelas 3 SD

Dalam praktiknya, guru sering menghadapi tantangan saat menyusun perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka kelas 3 SD.
1. Kesiapan Guru
Tidak semua guru terbiasa dengan format modul ajar atau alur tujuan pembelajaran.
2. Keterbatasan Sarana
Fasilitas belajar di sekolah dasar sering kali terbatas, sehingga guru perlu kreatif dalam menyusun perangkat.
3. Diferensiasi Siswa
Setiap siswa memiliki kebutuhan belajar yang berbeda.
Guru harus mampu menyusun perangkat yang fleksibel agar sesuai dengan kondisi kelas.
Manfaat Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Kelas 3 SD

Jika di rancang dengan baik, pembelajaran Kurikulum Merdeka kelas 3 SD memberikan manfaat besar, antara lain:
- Membantu guru mengajar lebih sistematis dan terarah.
- Membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan dan kontekstual.
- Memudahkan evaluasi capaian pembelajaran siswa.
- Mendorong kreativitas serta kemandirian belajar.
Kesimpulan
Perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka kelas 3 SD merupakan alat penting bagi guru dalam mengelola proses belajar.
Dengan perangkat yang baik, pembelajaran menjadi lebih fleksibel, kontekstual, dan menyenangkan.
Meski ada tantangan, manfaat yang di hasilkan sangat besar bagi perkembangan siswa.
FAQ
Pada Kurikulum Merdeka, perangkat pembelajaran lebih fleksibel dan berbasis proyek, sedangkan Kurikulum 2013 lebih terstruktur dengan silabus yang seragam.
Komponennya meliputi capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, modul ajar, serta asesmen formatif dan sumatif.
Ya, guru di sarankan membuat perangkat sendiri, namun bisa juga memodifikasi perangkat yang sudah ada sesuai kebutuhan kelas.









Leave a Reply