Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu bagian penting dalam dunia pendidikan kejuruan. Melalui kegiatan ini, siswa dapat menerapkan teori yang telah dipelajari di sekolah ke dunia kerja yang sesungguhnya.
Salah satu bidang yang banyak diminati adalah PKL multimedia di percetakan, karena di dalamnya terdapat berbagai proses kreatif yang menggabungkan desain grafis, teknologi, dan produksi media cetak.
Selain itu, PKL di bidang percetakan multimedia juga memberi kesempatan bagi siswa untuk memahami proses pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi sebuah karya cetak. Oleh karena itu, laporan PKL multimedia percetakan harus disusun secara sistematis agar dapat menggambarkan pengalaman dan pembelajaran secara lengkap.
Profil Perusahaan Percetakan

Perusahaan percetakan biasanya bergerak di bidang jasa pembuatan media visual, seperti brosur, poster, banner, majalah, dan kemasan produk. Selain itu, banyak percetakan yang kini telah mengadopsi teknologi digital printing untuk mempercepat proses produksi dan meningkatkan kualitas hasil cetakan.
Selama PKL, siswa ditempatkan di bagian-bagian tertentu seperti desain grafis, operator mesin cetak, finishing, atau quality control. Dengan begitu, peserta dapat memahami alur kerja percetakan dari awal hingga akhir.
Tujuan dan Manfaat PKL Multimedia Percetakan

Secara umum, tujuan PKL multimedia di percetakan adalah untuk mengasah kemampuan teknis, meningkatkan keterampilan desain, dan memahami proses produksi media cetak secara menyeluruh.
Beberapa manfaat pentingnya antara lain:
- Meningkatkan keterampilan praktis. Siswa belajar menggunakan software desain seperti Adobe Photoshop, Illustrator, dan CorelDRAW secara profesional.
- Memahami proses cetak. Peserta mengetahui tahap-tahap dari pembuatan desain hingga hasil cetak akhir.
- Menumbuhkan kedisiplinan kerja. Dunia percetakan menuntut ketelitian dan tanggung jawab tinggi dalam setiap pekerjaan.
- Menambah pengalaman industri. PKL menjadi jembatan antara pembelajaran di sekolah dan dunia kerja nyata.
Dengan demikian, pengalaman ini bukan hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga meningkatkan kesiapan karier di bidang kreatif.
Pelaksanaan PKL Multimedia di Percetakan

Pelaksanaan PKL biasanya berlangsung selama satu hingga tiga bulan, tergantung kebijakan sekolah dan tempat magang. Selama periode tersebut, siswa akan menjalani beberapa tahapan kegiatan, antara lain:
- Orientasi kerja. Peserta diperkenalkan dengan struktur perusahaan, peraturan kerja, serta prosedur keselamatan.
- Desain dan pra-produksi. Siswa membantu membuat layout, menyiapkan file desain, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan cetak.
- Proses produksi. Di tahap ini, siswa belajar mengoperasikan mesin cetak digital atau offset, sekaligus memahami teknik pewarnaan dan pencetakan.
- Finishing. Kegiatan ini meliputi pemotongan, laminasi, penjilidan, hingga pengemasan hasil cetak.
Selain itu, peserta juga diminta untuk mencatat kegiatan harian agar memudahkan proses penyusunan laporan setelah PKL selesai.
Struktur Laporan PKL Multimedia Percetakan

Agar laporan mudah dipahami dan terstruktur, berikut susunan yang dapat dijadikan panduan:
1. Bab I – Pendahuluan
Berisi latar belakang, tujuan, manfaat, dan ruang lingkup kegiatan PKL.
2. Bab II – Profil Perusahaan
Menjelaskan sejarah, visi, misi, serta bidang usaha perusahaan percetakan tempat magang.
3. Bab III – Pelaksanaan PKL
Menguraikan kegiatan yang dilakukan setiap hari selama praktik berlangsung.
4. Bab IV – Analisis dan Pembahasan
Menganalisis keterkaitan antara teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik yang dilakukan di lapangan.
5. Bab V – Kesimpulan dan Saran
Berisi ringkasan hasil kegiatan serta saran untuk perusahaan maupun pihak sekolah.
Dengan struktur tersebut, laporan menjadi lebih terarah dan mencerminkan proses belajar yang nyata.
Hasil dan Pembelajaran Selama PKL

Selama PKL di percetakan multimedia, siswa mendapatkan banyak pengalaman berharga. Pertama, mereka belajar memahami standar warna dan resolusi agar hasil cetak optimal. Kedua, mereka memahami pentingnya komunikasi tim antara desainer, operator, dan pelanggan. Ketiga, siswa mulai terbiasa menghadapi deadline ketat, yang menjadi hal lumrah di dunia percetakan.
Selain itu, siswa juga belajar bagaimana menjaga kualitas desain agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Proses ini secara tidak langsung mengajarkan tanggung jawab profesional serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi di industri kreatif.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, laporan PKL multimedia percetakan merupakan bukti nyata dari proses pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami proses produksi media cetak, tetapi juga mengasah kreativitas, tanggung jawab, dan kerja sama tim.
Oleh karena itu, penulisan laporan PKL harus dilakukan dengan bahasa yang jelas, sistematis, serta mencerminkan pengalaman yang sesungguhnya. Dengan cara itu, laporan tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi juga portofolio penting dalam perjalanan karier di bidang multimedia.
1. Apa tujuan PKL di bidang multimedia percetakan?
Tujuannya untuk melatih siswa menerapkan teori desain dan produksi media cetak secara langsung di dunia kerja agar siap bersaing di industri kreatif.
2. Apa isi utama laporan PKL multimedia percetakan?
Laporan berisi pendahuluan, profil perusahaan, kegiatan PKL, analisis hasil, serta kesimpulan dan saran.
3. Apa manfaat PKL di percetakan bagi siswa?
PKL membantu siswa memahami proses cetak, meningkatkan keterampilan desain grafis, serta membangun disiplin dan tanggung jawab profesional.










Leave a Reply