Pada artikel kali ini akan membahas Kurikulum Merdeka SD bagi kalian yang ingin tau Penjelasan mengenai Kurikulum Merdeka SD simak terus hingga akhir artikel ini.
Apa Itu Merdeka Belajar di SD

Kurikulum Merdeka SD adalah bentuk pembaruan kurikulum yang di rancang untuk memberikan keleluasaan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Konsep ini menekankan pentingnya pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak, bukan hanya berfokus pada hafalan materi.
Melalui Kurikulum Merdeka, anak-anak SD di dorong untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan sosial, serta karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Kurikulum ini di harapkan mampu menjadikan siswa lebih aktif, kritis, dan mandiri sejak jenjang pendidikan dasar.
Bagaimana Metode yang Diajarkan dalam Kurikulum Merdeka SD

1. Pembelajaran Berdiferensiasi
Guru menyesuaikan strategi mengajar berdasarkan kemampuan, minat, serta kebutuhan masing-masing siswa.
Hal ini membantu anak belajar sesuai potensinya.
2. Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek)
Metode ini memungkinkan siswa SD untuk belajar melalui proyek nyata, seperti menanam tanaman, membuat karya seni, atau melakukan pengamatan lingkungan sekitar.
3. Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Dalam kurikulum merdeka SD, setiap aktivitas di arahkan agar siswa tumbuh menjadi pribadi beriman, mandiri, bergotong royong, kreatif, dan kritis.
4. Modul Ajar yang Fleksibel
Sekolah dapat menggunakan modul ajar sesuai kebutuhan sehingga pembelajaran lebih kontekstual, tidak terpaku pada buku teks yang kaku.
Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka SD

1. Kelebihan
- Fleksibel dan adaptif: Memungkinkan sekolah dan guru menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi siswa.
- Kreatif dan inovatif: Anak belajar melalui pengalaman nyata, bukan sekadar teori.
- Berorientasi pada karakter: Menguatkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila sejak dini.
- Mendorong partisipasi aktif: Siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga melakukan dan mengalami proses belajar.
2. Kekurangan
- Belum merata: Tidak semua sekolah memiliki fasilitas pendukung yang memadai.
- Butuh kesiapan guru: Dibutuhkan pelatihan khusus agar guru dapat menjalankan metode baru dengan baik.
- Implementasi berbeda-beda: Setiap sekolah kadang menerapkan kurikulum dengan pemahaman yang tidak sama.
Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Sebelumnya

Jika di bandingkan dengan kurikulum sebelumnya (Kurikulum 2013), kurikulum merdeka SD memiliki perbedaan mendasar.
Kurikulum Merdeka lebih fleksibel, memberi ruang bagi sekolah untuk menentukan metode dan materi ajar yang sesuai dengan kondisi siswa.
Sedangkan Kurikulum 2013 lebih terstruktur kaku karena menekankan pada kompetensi inti dan dasar yang sudah di tetapkan pusat.
Selain itu, Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berbasis proyek dan karakter, sementara Kurikulum 2013 lebih banyak menilai capaian kognitif siswa.
Guru dalam Kurikulum Merdeka bertindak sebagai fasilitator yang mendampingi anak belajar, bukan hanya sebagai penyampai materi.
Daftar Sekolah Dasar Terbaik dengan Penerapan Kurikulum Merdeka

Beberapa sekolah dasar unggulan sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan baik, berikut contohnya:
1. SD Islam Al Azhar 1 Jakarta
Dikenal dengan kualitas akademik dan penguatan karakter berbasis nilai keislaman, sekolah ini aktif menerapkan pembelajaran proyek sejak dini.
2. SD Negeri Unggulan Surabaya
Sekolah negeri favorit dengan fasilitas modern, laboratorium lengkap, dan program pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Merdeka.
3. SD Kristen Kalam Kudus Bandung
Berorientasi pada pengembangan kreativitas anak, sekolah ini menekankan kolaborasi, proyek sosial, dan penguasaan teknologi sejak SD.
4. SD Santa Ursula Jakarta
Sekolah swasta unggulan dengan program bilingual yang menerapkan Kurikulum Merdeka untuk membentuk siswa mandiri, kritis, dan berprestasi internasional.
Kesimpulan
Kurikulum Merdeka SD hadir untuk memberikan ruang lebih luas bagi siswa dan guru dalam berkreasi serta belajar sesuai kebutuhan.
Dengan metode berbasis proyek, di ferensiasi, dan penguatan karakter, kurikulum ini di harapkan mampu mencetak generasi mandiri, cerdas, dan kreatif sejak dini.
FAQ
Belum, penerapannya bertahap sesuai kesiapan sekolah.
Guru berperan sebagai pendamping dan fasilitator agar anak bisa belajar sesuai potensinya.
Ya, asalkan ada pendampingan guru dan sarana yang memadai.










Leave a Reply