Raih Masa Depan Gemilang Bersama Sekolah Ibnu Khaldun

Contoh Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka SD

Kurikulum Merdeka membawa perubahan besar dalam cara belajar di sekolah dasar. Jika sebelumnya pembelajaran lebih menekankan hafalan, kini pendekatannya lebih fleksibel, berpusat pada anak, serta mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.

Oleh karena itu, memahami contoh capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka SD sangat penting agar guru, orang tua, dan sekolah bisa bergerak ke arah yang sama.

Capaian Pembelajaran (CP) sendiri merupakan target kompetensi yang perlu di capai siswa di setiap fase belajar. Untuk jenjang SD, capaian ini terbagi ke dalam fase A (kelas 1–2), fase B (kelas 3–4), dan fase C (kelas 5–6). Setiap fase memiliki fokus perkembangan yang berbeda.

Apa Itu Capaian Pembelajaran SD?

Capaian pembelajaran adalah gambaran tentang apa saja yang seharusnya di kuasai siswa setelah menyelesaikan satu fase belajar.

CP tidak hanya berisi pengetahuan, melainkan juga keterampilan dan sikap. Dengan begitu, anak tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga terbiasa bersikap baik, bekerja sama, dan peduli pada lingkungan sekitar.

Selain itu, capaian pembelajaran juga memudahkan guru dalam menyusun modul ajar, merancang aktivitas kelas, dan menentukan bentuk penilaian. Karena itulah, CP menjadi kompas utama dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SD.

Baca Juga: Contoh Kurikulum Merdeka

Contoh Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka SD

Contoh Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka SD

1. Fase A (Kelas 1–2 SD)

Di fase ini, fokus utama ada pada penguatan dasar literasi dan numerasi. Misalnya, siswa di harapkan mampu membaca teks sederhana, memahami arti kata, serta menulis kalimat pendek.

Dalam matematika, anak mulai mengenal bilangan, penjumlahan, pengurangan, serta bentuk geometri dasar.

Selain akademik, siswa juga di ajak untuk mengenal nilai-nilai Pancasila, seperti kerja sama, jujur, dan saling menghormati.

2. Fase B (Kelas 3–4 SD)

Pada fase ini, siswa mulai diajak berpikir lebih analitis. Dalam Bahasa Indonesia, anak mampu memahami isi teks narasi, menyampaikan kembali dengan kata-kata sendiri, serta menulis cerita sederhana.

Dalam matematika, siswa belajar perkalian, pembagian, pecahan, serta menghubungkannya dengan masalah sehari-hari.

Di sisi lain, pembelajaran IPA mulai mengenalkan fenomena alam sederhana melalui eksperimen. Dengan begitu, anak terbiasa melakukan pengamatan dan menarik kesimpulan sendiri.

3. Fase C (Kelas 5–6 SD)

Fokus pembelajaran semakin mendalam. Dalam Bahasa Indonesia, siswa mampu menulis teks eksposisi singkat, memahami gagasan utama dalam bacaan, dan menyampaikan pendapat secara runtut.

Dalam matematika, mereka belajar persamaan sederhana, perbandingan, serta grafik.

Untuk IPA, siswa sudah bisa melakukan percobaan lebih kompleks, mencatat hasilnya, serta menyajikan data dengan tabel atau bagan.

Dalam PPKn, anak diajak memahami nilai Pancasila, mempraktikkan toleransi, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah.

Mengapa Capaian Pembelajaran SD Penting?

Capaian pembelajaran sangat penting karena berfungsi sebagai arah perkembangan siswa. Pertama, CP memastikan bahwa anak tidak hanya cerdas di bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Kedua, CP membantu guru dalam menyusun pembelajaran yang lebih bermakna.

Ketiga, CP membuat orang tua bisa memahami target perkembangan anak, sehingga mereka lebih mudah mendukung belajar di rumah.

Dengan adanya CP, proses pendidikan menjadi lebih terukur, terarah, dan sesuai kebutuhan anak di setiap fase.

Baca Juga: Contoh Kurikulum Merdeka

Kesimpulan

Secara singkat, contoh capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka SD menunjukkan bahwa pembelajaran kini lebih fleksibel, menyenangkan, dan menekankan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, serta sikap.

Mulai dari fase A hingga fase C, capaian pembelajaran membantu anak berkembang secara bertahap sesuai usia dan kemampuan.

Apabila diterapkan dengan konsisten, Kurikulum Merdeka akan melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi perubahan zaman.


FAQ

1. Apa yang membedakan capaian pembelajaran SD dengan kurikulum lama?

Capaian pembelajaran lebih fleksibel, berfokus pada kompetensi per fase, dan mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, serta karakter.

2. Bagaimana guru menggunakan capaian pembelajaran di kelas?

Guru menjadikannya sebagai pedoman dalam membuat modul ajar, memilih metode belajar, dan merancang asesmen.

3. Apakah capaian pembelajaran sama di semua sekolah dasar?

Ya, acuan capaian sama secara nasional, tetapi implementasinya dapat menyesuaikan kondisi sekolah dan kebutuhan siswa.