Sejak di luncurkan, Kurikulum Merdeka menjadi pusat perhatian dunia pendidikan Indonesia. Kurikulum ini berbeda dari kurikulum sebelumnya karena memberikan keleluasaan yang lebih besar bagi guru dalam merancang pembelajaran, sekaligus memberi kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai kemampuan dan minatnya.
Salah satu komponen inti dari kurikulum ini adalah Capaian Pembelajaran (CP). Capaian pembelajaran menjadi target yang harus dikuasai peserta di dik di setiap fase.
Oleh karena itu, memahami contoh capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka sangat penting, karena dari situlah arah pembelajaran di kelas di tentukan.
Pengertian Capaian Pembelajaran

Capaian pembelajaran adalah standar kompetensi yang ingin di capai oleh siswa setelah melalui proses belajar dalam kurun waktu tertentu.
Kurikulum Merdeka membagi capaian pembelajaran ke dalam beberapa fase, mulai dari fase A (kelas 1–2 SD) hingga fase F (kelas 11–12 SMA/SMK).
Dengan pembagian ini, guru tidak lagi terpaku pada pencapaian per tahun ajaran, melainkan menyesuaikan perkembangan anak selama fase tersebut.
Hal ini berarti siswa memiliki lebih banyak ruang untuk berkembang sesuai dengan kecepatan belajarnya.
Fungsi Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Capaian pembelajaran berfungsi sebagai arah yang jelas dalam proses belajar. Pertama, CP menjadi acuan bagi guru untuk menyusun modul ajar dan menentukan metode mengajar.
Kedua, CP membantu sekolah dalam memantau perkembangan siswa di setiap fase. Ketiga, CP juga berperan sebagai pedoman bagi orang tua untuk mendukung anak di rumah.
Terakhir, CP menjadi dasar evaluasi bagi pemerintah untuk mengukur keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.
Dengan kata lain, capaian pembelajaran adalah jembatan yang menghubungkan tujuan pendidikan nasional dengan praktik pembelajaran di sekolah.
Baca Juga: Contoh Kurikulum Merdeka
Contoh Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

1. Bahasa Indonesia (Fase C – Kelas 5–6 SD)
Siswa di harapkan mampu memahami isi bacaan, menemukan gagasan utama, dan menulis teks sederhana dengan struktur yang benar. Selain itu, mereka juga di latih untuk mengemukakan pendapat secara santun baik lisan maupun tulisan.
2. Matematika (Fase D – Kelas 7–9 SMP)
Peserta didik mampu menggunakan konsep aljabar untuk menyelesaikan masalah, memahami persamaan linear, serta menerapkan konsep geometri dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, matematika tidak hanya menjadi teori, tetapi juga alat untuk berpikir logis.
3. Ilmu Pengetahuan Alam (Fase E – Kelas 10 SMA)
Siswa dapat menjelaskan fenomena alam berdasarkan metode ilmiah, melakukan eksperimen sederhana, serta menyajikan data dalam bentuk grafik atau laporan.
Melalui capaian ini, siswa di latih untuk berpikir kritis dan analitis.
4. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Fase F – Kelas 11–12 SMA/SMK)
Peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan sikap toleransi, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Hal ini penting agar generasi muda tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.
Manfaat Capaian Pembelajaran

Adanya capaian pembelajaran memberikan banyak manfaat. Guru memiliki pedoman yang jelas dalam mengajar, sehingga materi yang disampaikan lebih terarah.
Siswa pun mengetahui kompetensi yang harus dicapai, sehingga motivasi belajarnya meningkat. Selain itu, orang tua dapat memahami target perkembangan anak, sehingga dukungan di rumah lebih tepat sasaran.
Dengan kata lain, capaian pembelajaran membuat proses pendidikan menjadi lebih transparan, terukur, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Baca Juga: Contoh Kurikulum Merdeka
Kesimpulan
Secara keseluruhan, contoh capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka memperlihatkan bahwa kurikulum ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga keterampilan hidup dan pembentukan karakter.
Fungsi CP sangat penting, yaitu sebagai pedoman guru, tolok ukur siswa, dan rujukan bagi sekolah serta orang tua.
Melalui implementasi capaian pembelajaran yang konsisten, Kurikulum Merdeka diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih adaptif, kreatif, dan berintegritas.
FAQ
Capaian pembelajaran lebih fleksibel, berfokus pada penguasaan kompetensi di setiap fase, dan tidak hanya menilai aspek kognitif.
Guru menjadikan CP sebagai dasar untuk menyusun modul ajar, menentukan metode pembelajaran, dan menyusun instrumen penilaian.
Ya, namun penerapannya bisa di sesuaikan dengan kondisi sekolah, karakteristik siswa, dan ketersediaan sumber daya.








Leave a Reply