Kurikulum Merdeka telah menjadi salah satu inovasi penting dalam sistem pendidikan Indonesia. Melalui kurikulum ini, sekolah memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan siswa.
Oleh karena itu, memahami cara mendaftar Kurikulum Merdeka menjadi langkah awal yang sangat penting.
Artikel ini akan membahas persyaratan, alur pendaftaran, hingga tips agar sekolah dapat berhasil bergabung dalam penerapan kurikulum terbaru tersebut.
Apa Itu Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang menekankan pembelajaran berbasis proyek, fleksibilitas materi, serta penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila.
Dengan demikian, siswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan hidup yang relevan dengan abad ke-21.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka
Persyaratan Mendaftar Kurikulum Merdeka

Sebelum melangkah ke tahap teknis, sekolah perlu memahami syarat dasar.
- Akun belajar.id aktif – Kepala sekolah wajib memiliki akun belajar.id yang valid.
- Akses Platform Merdeka Mengajar (PMM) – Akun belajar.id harus terhubung dengan PMM.
- Sekolah swasta – Harus melampirkan surat pernyataan dari yayasan sebagai bukti izin penerapan kurikulum.
Dengan memenuhi persyaratan ini, sekolah dapat melanjutkan proses pendaftaran secara lebih lancar.
Cara Mendaftar Kurikulum Merdeka

Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat diikuti:
1. Login ke Platform Merdeka Mengajar (PMM)
Pertama-tama, kepala sekolah harus masuk ke PMM menggunakan akun belajar.id. Tanpa login melalui akun resmi ini, proses pendaftaran tidak dapat dilakukan.
2. Membuka Menu Pendaftaran
Setelah berhasil masuk, selanjutnya pilih menu “Pendaftaran Kurikulum Merdeka” yang tersedia pada beranda. Kemudian klik tombol “Mulai Pendaftaran” untuk melanjutkan.
3. Memahami Informasi Awal
Sebelum mengisi formulir, sekolah diminta untuk menonton video singkat atau membaca informasi mengenai tujuan serta prinsip Kurikulum Merdeka. Dengan begitu, sekolah lebih siap menentukan opsi implementasi yang sesuai.
4. Mengisi Kuesioner Refleksi
Berikutnya, sekolah wajib mengisi kuesioner refleksi. Tujuannya adalah untuk mengetahui kesiapan dan kondisi sekolah sehingga sistem dapat merekomendasikan opsi implementasi yang tepat.
5. Memilih Opsi Implementasi
Setelah mengisi kuesioner, sekolah akan diberikan beberapa pilihan implementasi. Misalnya, dapat mulai menerapkan pada tahun ajaran berjalan atau menundanya hingga tahun berikutnya. Karena itu, penting bagi sekolah untuk mempertimbangkan dengan matang sebelum memilih.
6. Menyelesaikan Pendaftaran
Kemudian, klik “Selesaikan Pendaftaran” dan pastikan semua data benar. Sekolah dapat menyimpan bukti pendaftaran berupa tangkapan layar agar lebih mudah untuk verifikasi.
Setelah Pendaftaran

Sesudah proses pendaftaran selesai, sekolah perlu menunggu surat keputusan (SK) resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Biasanya, SK diterbitkan antara bulan Mei hingga Juni. Selama masa tunggu, sekolah masih diperbolehkan melakukan perubahan opsi implementasi maksimal tiga kali.
Tips Agar Pendaftaran Berhasil

Agar proses berjalan lancar, sekolah sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:
- Pastikan akun belajar.id aktif dan tidak bermasalah.
- Siapkan dokumen pendukung, terutama bagi sekolah swasta.
- Selalu cek pengumuman resmi dari Kemendikbudristek melalui PMM.
- Lakukan pendaftaran lebih awal untuk menghindari kendala teknis di hari terakhir.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka
Kesimpulan
Secara keseluruhan, cara mendaftar Kurikulum Merdeka sebenarnya cukup sederhana asalkan sekolah memahami alur dan syaratnya.
Mulai dari login ke PMM, membuka menu pendaftaran, memahami informasi awal, mengisi kuesioner, memilih opsi implementasi, hingga menyelesaikan pendaftaran.
Dengan mengikuti langkah tersebut, sekolah dapat lebih siap melaksanakan Kurikulum Merdeka demi mencetak generasi yang adaptif, kreatif, dan berkarakter.
FAQ
Pendaftaran hanya bisa di lakukan oleh kepala sekolah menggunakan akun belajar.id.
Tidak, guru hanya bisa login ke PMM setelah sekolah resmi terdaftar.
Saat ini, penerapan bersifat bertahap dan sukarela, tetapi sangat dianjurkan agar sekolah tidak tertinggal.








Leave a Reply