Cara Guru agar Siswa Aktif Bertanya menjadi hal penting dalam menciptakan pembelajaran yang hidup dan bermakna.
Padahal, kebiasaan bertanya merupakan tanda dari rasa ingin tahu dan proses berpikir kritis.
Karena itu, guru memiliki peran besar dalam menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa berani mengemukakan pertanyaan.
Mengapa Siswa Perlu Aktif Bertanya

Siswa yang aktif bertanya menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami pelajaran dan ingin tahu lebih dalam.
Melalui pertanyaan, siswa belajar berpikir logis, menilai informasi, serta mengasah kemampuan komunikasi.
Maka dari itu, guru tidak boleh hanya fokus pada penyampaian materi, tetapi juga perlu membangun interaksi yang membuat siswa nyaman untuk bertanya.
Baca Juga: Cara Membuat Siswa Aktif dalam Pembelajaran
Strategi Guru agar Siswa Aktif Bertanya

Berikut beberapa cara efektif yang dapat dilakukan guru untuk menumbuhkan kebiasaan bertanya di kelas.
1. Bangun Lingkungan Belajar yang Aman dan Positif
Langkah pertama adalah menciptakan suasana kelas yang terbuka dan menyenangkan.
Guru perlu memastikan bahwa setiap siswa merasa aman dalam mengungkapkan pendapat tanpa takut disalahkan.
Misalnya, guru bisa memberi respon positif seperti “Pertanyaan yang bagus!” atau “Ide menarik, yuk kita bahas.”
Dengan pendekatan ini, siswa akan lebih percaya diri dan tidak takut mengajukan pertanyaan di kesempatan berikutnya.
2. Terapkan Metode Pembelajaran Interaktif
Supaya siswa tidak hanya mendengarkan, guru sebaiknya menerapkan metode pembelajaran interaktif seperti diskusi kelompok, role play, atau problem-based learning.
Ketika siswa dilibatkan langsung, rasa ingin tahu mereka meningkat.
Guru juga bisa memberi pertanyaan pemicu seperti, “Mengapa hal ini bisa terjadi?” atau “Bagaimana jika kondisinya berbeda?” Pertanyaan terbuka seperti ini mendorong siswa berpikir lebih kritis dan berani menanggapi.
3. Beri Waktu untuk Berpikir dan Bertanya
Setelah menjelaskan materi, jangan langsung pindah ke topik baru. Sering kali, siswa membutuhkan waktu untuk memahami dan memunculkan pertanyaan.
Guru bisa memberi jeda sejenak, lalu menanyakan, “Apakah ada bagian yang ingin kalian tanyakan?” Dengan begitu, siswa merasa dihargai dan memiliki ruang untuk berpikir sebelum bertanya.
4. Libatkan Pertanyaan dalam Proses Belajar
Daripada hanya menunggu siswa bertanya, guru bisa meminta mereka membuat pertanyaan sendiri tentang materi yang baru dipelajari. Misalnya, “Tulislah satu pertanyaan penting yang menurut kalian perlu dijawab.”
Cara ini membantu siswa lebih fokus, berpikir mendalam, serta menyadari bahwa bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar, bukan tanda ketidaktahuan.
5. Gunakan Media dan Teknologi sebagai Pemicu Rasa Ingin Tahu
Media visual dan digital sangat efektif untuk memancing rasa ingin tahu. Guru bisa menampilkan video pendek, gambar menarik, atau kuis online, lalu menanyakan pendapat siswa.
Contohnya, “Menurut kalian, mengapa hal ini bisa terjadi?” atau “Apa hubungan video tadi dengan materi kita?” Pertanyaan seperti ini membuat siswa lebih aktif berpikir dan berani berbicara.
6. Beri Apresiasi pada Setiap Pertanyaan
Apresiasi adalah kunci. Tidak perlu selalu berupa nilai, cukup dengan pujian atau pengakuan sederhana.
Guru dapat menuliskan nama siswa yang aktif bertanya di papan, memberikan ucapan terima kasih, atau menggunakan pertanyaannya untuk memulai diskusi baru.
Dengan penghargaan kecil seperti itu, siswa akan merasa dihargai dan termotivasi untuk bertanya kembali.
7. Jadilah Teladan dalam Bertanya
Guru juga perlu menunjukkan bahwa bertanya adalah hal yang wajar dan penting. Saat mengajar, guru bisa mencontohkan cara bertanya yang baik, seperti, “Kalau kita ubah variabelnya, hasilnya masih sama tidak ya?”
Dengan menjadi teladan, guru membantu siswa memahami bahwa bertanya bukan kelemahan, melainkan tanda berpikir kritis.
8. Gunakan Refleksi Harian
Di akhir pembelajaran, guru bisa meminta siswa menuliskan satu hal yang mereka pahami dan satu hal yang masih ingin mereka tanyakan. Refleksi seperti ini membantu siswa menyadari kekurangan pemahaman mereka dan membiasakan diri untuk berpikir kritis.
Lama-kelamaan, siswa akan terbiasa bertanya bukan karena diminta, melainkan karena dorongan ingin tahu yang muncul secara alami.
Kesimpulan
Menumbuhkan kebiasaan bertanya membutuhkan strategi, keteladanan, dan kesabaran.
Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga fasilitator yang membantu siswa berpikir kritis dan percaya diri.
Melalui lingkungan yang positif, metode interaktif, serta penghargaan terhadap partisipasi siswa, budaya bertanya akan tumbuh kuat di kelas.
Akhirnya, pembelajaran menjadi lebih hidup, bermakna, dan mendorong siswa untuk terus ingin tahu.
FAQ
1. Mengapa siswa jarang bertanya di kelas?
Karena mereka takut salah atau malu. Guru perlu menciptakan suasana yang aman agar siswa berani berbicara.
2. Bagaimana cara guru membuat siswa aktif bertanya?
Gunakan metode interaktif, beri waktu untuk berpikir, dan hargai setiap pertanyaan siswa.
3. Apa manfaat siswa aktif bertanya?
Siswa jadi lebih kritis, percaya diri, dan memahami materi lebih dalam.









Leave a Reply