Raih Masa Depan Gemilang Bersama Sekolah Ibnu Khaldun

Capaian Pembelajaran SD dalam Kurikulum Merdeka

Pembelajaran di jenjang dasar merupakan titik awal yang sangat krusial dalam membentuk perkembangan anak di masa depan. Oleh karena itu, capaian pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) menjadi aspek penting yang harus dipahami tidak hanya oleh guru, tetapi juga oleh orang tua maupun siswa.

Seiring dengan penerapan Kurikulum Merdeka, pemerintah telah menetapkan capaian pembelajaran (CP) sebagai pedoman utama agar proses belajar mengajar lebih terarah dan relevan.

Namun demikian, muncul pertanyaan penting: apa sebenarnya yang dimaksud dengan capaian pembelajaran SD? Bagaimana struktur penerapannya dalam Kurikulum Merdeka? Selain itu, mengapa hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa?

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai capaian pembelajaran SD, sekaligus memberikan gambaran jelas tentang tujuan dan manfaatnya dalam konteks pendidikan modern.

Apa Itu Capaian Pembelajaran SD?

Secara sederhana, capaian pembelajaran (CP) adalah kompetensi yang di harapkan dikuasai siswa pada akhir suatu fase pembelajaran.

Dalam Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran di susun berdasarkan fase yang mencakup beberapa jenjang kelas. Untuk SD, terdapat dua fase, yaitu:

  1. Fase A (Kelas I dan II)
    Pada fase ini, siswa mulai mengenal keterampilan dasar seperti membaca, menulis, berhitung, serta memahami lingkungan sekitar.
  2. Fase B (Kelas III dan IV)
    Pada fase ini, siswa memperluas wawasan dengan keterampilan berpikir kritis, kemampuan menyampaikan gagasan, serta mengembangkan karakter sosial.
  3. Fase C (Kelas V dan VI)
    Di fase akhir SD, siswa di harapkan lebih mandiri dalam belajar, mampu memecahkan masalah sederhana, serta menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan dan moralitas.

Dengan kata lain, capaian pembelajaran bukan hanya soal nilai akademik, melainkan juga mencakup aspek sikap, keterampilan, hingga pengembangan karakter.

Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka

Prinsip Dasar Capaian Pembelajaran SD dalam Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran SD dalam Kurikulum Merdeka

Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, terdapat beberapa prinsip dasar yang mendasari penyusunan capaian pembelajaran SD. Prinsip-prinsip tersebut antara lain:

  • Berpusat pada Siswa
    Capaian pembelajaran harus menyesuaikan kebutuhan, minat, serta potensi siswa. Karena itu, guru di harapkan fleksibel dalam mengajar.
  • Berkelanjutan dan Bertahap
    Setiap capaian di kelas rendah akan menjadi dasar untuk pembelajaran di kelas yang lebih tinggi.
  • Mendorong Literasi dan Numerasi
    Literasi dan numerasi menjadi fokus utama di SD, sebab keterampilan tersebut adalah bekal penting dalam semua mata pelajaran.
  • Membangun Karakter
    Selain pengetahuan, pembentukan karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan empati juga menjadi bagian dari capaian pembelajaran.

Dengan prinsip ini, siswa tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang utuh.

Struktur Capaian Pembelajaran SD dalam Kurikulum Merdeka

Capaian pembelajaran SD di susun berdasarkan mata pelajaran. Masing-masing mata pelajaran memiliki indikator yang jelas. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Bahasa Indonesia

Siswa di harapkan mampu membaca pemahaman, menulis teks sederhana, berbicara dengan percaya diri, serta memahami makna teks naratif maupun informatif.

2. Matematika

Capaian pembelajaran mencakup keterampilan berhitung, memahami konsep pecahan, geometri dasar, serta mampu menyelesaikan masalah sehari-hari dengan logika matematis.

3. Bidang Studi IPA dan IPS

Dalam Kurikulum Merdeka, IPA dan IPS tidak lagi berdiri terpisah, melainkan di kemas dalam bentuk mata pelajaran terpadu yang disebut IPAS. Pembelajaran ini menekankan pemahaman terhadap gejala alam serta interaksi sosial.

4. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Capaian pembelajaran menekankan pemahaman nilai-nilai Pancasila, sikap toleransi, serta tanggung jawab sebagai warga negara.

5. Seni, Budaya, dan Prakarya

Siswa di latih untuk berkreasi, mengekspresikan diri melalui seni rupa, musik, tari, dan kerajinan tangan.

6. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)

Siswa di harapkan memiliki tubuh sehat, keterampilan motorik, serta pemahaman tentang pola hidup sehat.

Dengan struktur ini, siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga mengembangkan aspek seni, fisik, dan sosial.

Peran Guru dalam Mengoptimalkan Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran SD dalam Kurikulum Merdeka

Walaupun capaian pembelajaran sudah di tetapkan, guru memiliki peran besar untuk mengoptimalkannya. Beberapa hal yang dapat di lakukan guru adalah:

  • Menyusun Rencana Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
  • Menggunakan Metode Aktif seperti diskusi, proyek, dan eksperimen.
  • Melakukan Asesmen Berkala untuk mengetahui sejauh mana siswa mencapai kompetensi.
  • Memberikan Umpan Balik Positif agar siswa termotivasi untuk terus belajar.

Dengan cara ini, capaian pembelajaran SD dapat di capai secara lebih efektif.

Mengapa Capaian Pembelajaran SD Penting?

Capaian pembelajaran bukan sekadar daftar kompetensi. Lebih dari itu, CP berfungsi sebagai:

  • Arah Pembelajaran
    Tanpa capaian yang jelas, pembelajaran akan kehilangan tujuan.
  • Alat Evaluasi
    CP membantu guru dan orang tua menilai perkembangan anak secara objektif.
  • Pemersatu Kurikulum
    CP memastikan bahwa pendidikan di seluruh Indonesia memiliki standar yang sama.
  • Bekal Masa Depan
    Kompetensi yang di peroleh di SD akan menjadi bekal penting untuk jenjang SMP hingga SMA.

Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka

Tantangan dalam Pencapaian Pembelajaran SD

Capaian Pembelajaran SD dalam Kurikulum Merdeka

Beberapa tantangan masih muncul dalam penerapan capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka. Pertama, keterbatasan sarana dan prasarana di sekolah seringkali menjadi hambatan utama.

Kedua, terdapat perbedaan kemampuan siswa di setiap daerah yang membuat proses pembelajaran tidak selalu berjalan seimbang.

Selain itu, banyak guru yang belum sepenuhnya terbiasa dengan pendekatan Kurikulum Merdeka. Tidak hanya itu, kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar anak juga menjadi faktor penghambat.

Oleh karena itu, untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, diperlukan kolaborasi erat antara sekolah, orang tua, dan pemerintah agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih optimal.”.

Kesimpulan

Capaian pembelajaran SD merupakan pedoman penting dalam proses pendidikan dasar. Dengan adanya capaian yang jelas, siswa di harapkan dapat berkembang secara akademis, sosial, maupun emosional.

Kurikulum Merdeka hadir untuk memberikan fleksibilitas. Selain itu, kurikulum ini tetap berorientasi pada kompetensi inti yang harus dicapai, sehingga proses belajar lebih terarah dan bermakna


FAQ

1. Apa yang dimaksud capaian pembelajaran SD?

Capaian pembelajaran SD adalah kompetensi yang harus dicapai siswa pada akhir fase pembelajaran di sekolah dasar, baik aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.

2. Bagaimana struktur capaian pembelajaran SD dalam Kurikulum Merdeka?

Struktur CP dibagi berdasarkan fase, yaitu Fase A (kelas I-II), Fase B (kelas III-IV), dan Fase C (kelas V-VI). Setiap fase memiliki target kompetensi berbeda sesuai usia dan perkembangan siswa.

3. Mengapa capaian pembelajaran penting?

Karena capaian pembelajaran menjadi arah pembelajaran, alat evaluasi, serta standar nasional yang mempersatukan mutu pendidikan.