Raih Masa Depan Gemilang Bersama Sekolah Ibnu Khaldun

Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka hadir sebagai inovasi pendidikan di Indonesia yang menekankan pembelajaran berbasis kompetensi.

Salah satu komponen penting di dalamnya adalah Capaian Pembelajaran (CP). Melalui CP, guru dan peserta didik memiliki arah yang jelas tentang kompetensi apa saja yang harus dikuasai pada setiap fase pendidikan.

Dengan kata lain, CP berfungsi sebagai peta jalan yang menghubungkan tujuan kurikulum dengan praktik pembelajaran di kelas.

Namun, apa sebenarnya yang di maksud dengan capaian pembelajaran? Bagaimana perannya dalam mendukung Kurikulum Merdeka? Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai definisi, fungsi, struktur, serta strategi implementasi CP di sekolah.

Apa Itu Capaian Pembelajaran?

Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran adalah pernyataan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada akhir setiap fase.CP menggantikan Kompetensi Dasar (KD) yang sebelumnya di gunakan dalam Kurikulum 2013.

Perbedaannya, CP lebih ringkas, fleksibel, dan menekankan pada penguasaan konsep esensial, bukan sekadar hafalan materi.

Selain itu, CP di rancang untuk memberi ruang bagi guru agar dapat menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan, minat, dan potensi siswa.

Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih relevan, kontekstual, dan bermakna.

Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka

Struktur Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Agar lebih mudah di pahami, CP dibagi ke dalam beberapa fase berdasarkan jenjang pendidikan:

  • Fase Fondasi (PAUD) – Fokus pada perkembangan literasi awal, numerasi, dan kesiapan bersekolah.
  • Fase A (Kelas 1–2 SD) – Menguatkan keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung.
  • Fase B (Kelas 3–4 SD) – Mengembangkan kemampuan bernalar kritis serta pemahaman konsep sederhana.
  • Fase C (Kelas 5–6 SD) – Memperluas pemahaman sains, bahasa, dan karakter kolaborasi.
  • Fase D (Kelas 7–9 SMP) – Meningkatkan keterampilan berpikir abstrak dan problem solving.
  • Fase E (Kelas 10 SMA/SMK) – Menekankan eksplorasi minat, pemahaman lintas disiplin, dan kesiapan karier.
  • Fase F (Kelas 11–12 SMA/SMK) – Memperdalam minat akademik atau vokasi serta menghubungkan teori dengan praktik dunia nyata.

Pembagian fase ini memastikan adanya kesinambungan pembelajaran. Transisi dari satu fase ke fase berikutnya menjadi lebih terarah, sehingga perkembangan siswa dapat dipantau dengan jelas.

Fungsi Utama Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya:

1. Sebagai Acuan Pembelajaran

Guru merancang Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul ajar berdasarkan CP. Dengan demikian, setiap kegiatan belajar mengacu pada kompetensi yang ingin di capai.

2. Sebagai Tolok Ukur Penilaian

CP menjadi dasar asesmen formatif maupun sumatif. Guru dapat menilai apakah siswa telah mencapai kompetensi tertentu atau masih memerlukan penguatan.

3. Sebagai Panduan Di ferensiasi

Karena setiap siswa unik, CP memberi fleksibilitas bagi guru untuk menyesuaikan metode, materi, dan kegiatan sesuai profil belajar siswa.

4. Sebagai Dasar Penguatan Karakter

CP tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, melainkan juga afektif dan psikomotorik. Hal ini sejalan dengan tujuan membentuk Profil Pelajar Pancasila.

    Implementasi Capaian Pembelajaran di Sekolah

    Meskipun konsep CP terdengar sederhana, implementasinya membutuhkan strategi yang tepat. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan guru dan sekolah:

    1. Melakukan Asesmen Diagnostik

      Sebelum pembelajaran dimulai, guru perlu mengetahui kondisi awal siswa. Dengan asesmen diagnostik, guru bisa menyesuaikan materi sesuai kesiapan belajar siswa.

      2. Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

        ATP merupakan turunan dari CP yang disusun secara bertahap. Setiap tujuan pembelajaran harus mengarah pada capaian akhir fase.

        3. Mengembangkan Modul Ajar

          Modul ajar berfungsi sebagai panduan teknis di kelas. Guru bisa menggunakan modul dari pemerintah, mengadaptasinya, atau membuat sendiri sesuai konteks lokal.

          4. Melaksanakan Pembelajaran Berdiferensiasi

            Guru perlu mengatur variasi metode, seperti diskusi, eksperimen, proyek, atau permainan edukatif. Dengan cara ini, siswa lebih mudah mencapai CP sesuai gaya belajar masing-masing.

            5. Melakukan Asesmen Formatif dan Sumatif

              Asesmen formatif di lakukan secara berkelanjutan untuk memantau perkembangan siswa. Sementara asesmen sumatif di gunakan untuk menilai pencapaian akhir fase.

              Tantangan dalam Penerapan Capaian Pembelajaran

              Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka

              Walaupun memiliki banyak keunggulan, penerapan CP di lapangan tidak lepas dari tantangan, antara lain:

              • Kesiapan Guru: Masih ada guru yang kesulitan menyusun ATP dan modul ajar sesuai CP.
              • Keterbatasan Sumber Daya: Tidak semua sekolah memiliki fasilitas memadai untuk mendukung pembelajaran berbasis projek.
              • Pemahaman Orang Tua: Sebagian orang tua belum memahami bahwa rapor Kurikulum Merdeka berisi deskripsi capaian, bukan hanya angka.
              • Variasi Konteks Daerah: Implementasi CP seringkali berbeda antara daerah perkotaan dan pedesaan karena perbedaan akses teknologi.

              Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka

              Manfaat Capaian Pembelajaran bagi Siswa

              Meskipun ada tantangan, CP memberikan manfaat nyata bagi siswa, di antaranya:

              • Belajar Lebih Bermakna – Materi yang di pelajari relevan dengan kehidupan sehari-hari.
              • Kemandirian Tinggi – Siswa di latih untuk mencari solusi dan mengembangkan potensi diri.
              • Karakter Tangguh – CP menekankan kolaborasi, gotong royong, dan kreativitas.
              • Kesiapan Masa Depan – Melalui pembelajaran berbasis kompetensi, siswa lebih siap menghadapi dunia kerja maupun studi lanjut.

              Kesimpulan

              Capaian Pembelajaran merupakan inti dari Kurikulum Merdeka. Dengan pendekatan berbasis kompetensi, CP memastikan setiap siswa berkembang sesuai potensinya.

              Walaupun implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, manfaat CP jauh lebih besar karena mampu mencetak generasi yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan berkarakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.


              FAQ

              1. Apa perbedaan CP dengan Kompetensi Dasar (KD)?

              CP lebih fleksibel dan berorientasi pada kompetensi esensial, sedangkan KD cenderung detail dan padat konten.

              2. Apakah guru wajib menyusun ATP berdasarkan CP?

              Ya, ATP disusun sebagai turunan langsung dari CP untuk mengarahkan proses pembelajaran.

              3. Bagaimana bentuk rapor Kurikulum Merdeka?

              Rapor menampilkan deskripsi capaian kompetensi siswa, bukan sekadar angka.