Sejak tahun 2024, Kurikulum Merdeka resmi ditetapkan sebagai kurikulum nasional di semua jenjang pendidikan, termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dalam kurikulum ini, konsep Capaian Pembelajaran (CP) menjadi acuan utama dalam merancang proses belajar.
CP dirancang agar siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, karakter kuat, serta siap menghadapi dunia kerja.
Melalui artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka SMK, mulai dari pengertian, prinsip dasar, struktur CP, implementasi di kelas, hingga tantangan dan rekomendasi terbaik.
Apa Itu Capaian Pembelajaran (CP)?

Di SMK, CP berperan sebagai pengganti Kompetensi Dasar (KD) pada kurikulum sebelumnya.
Bedanya, CP tidak lagi terikat pada daftar materi panjang, melainkan fokus pada kompetensi esensial yang dibutuhkan untuk berkarier di dunia kerja maupun melanjutkan studi.
Dengan adanya CP, guru memiliki kebebasan untuk mengembangkan strategi mengajar sesuai dengan kondisi sekolah, karakter siswa, dan kebutuhan industri. Transisi ini membuat proses belajar lebih fleksibel, adaptif, dan bermakna.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka
Prinsip Dasar Capaian Pembelajaran SMK

Agar lebih jelas, berikut adalah prinsip-prinsip utama CP di SMK dalam Kurikulum Merdeka:
1. Berorientasi pada Kompetensi Nyata
CP tidak hanya menargetkan hafalan teori, tetapi juga keterampilan praktis. Misalnya, siswa program keahlian Teknik Kendaraan Ringan tidak hanya memahami mesin, tetapi mampu memperbaiki kendaraan sesuai standar industri.
2. Berdiferensiasi
Guru diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan kesiapan belajar siswa.
3. Kontekstual
Capaian pembelajaran SMK menekankan keterhubungan dengan kehidupan nyata. Hal ini memungkinkan siswa menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan praktik nyata di dunia kerja.
4. Berorientasi pada Profil Pelajar Pancasila
Setiap CP harus selaras dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila: beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, serta kreatif.
Struktur Capaian Pembelajaran di SMK

Dalam Kurikulum Merdeka, struktur CP di SMK terbagi menjadi beberapa kelompok mata pelajaran, yaitu:
1. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Umum
Meskipun SMK berfokus pada kejuruan, siswa tetap mempelajari mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Pendidikan Pancasila. CP pada mapel ini bertujuan untuk memperkuat literasi, numerasi, dan karakter siswa.
2. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Kejuruan
Inilah bagian inti dari SMK. CP kejuruan mencakup keterampilan teknis sesuai program studi, misalnya:
Teknik Komputer dan Jaringan → siswa mampu merancang, memasang, dan mengelola sistem jaringan.
Akuntansi → siswa mampu menyusun laporan keuangan sesuai standar akuntansi.
Perhotelan → siswa mampu memberikan pelayanan prima sesuai standar industri pariwisata.
3. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Selain mapel umum dan kejuruan, siswa juga wajib mengikuti projek lintas disiplin. P5 memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan karakter dan soft skills melalui kegiatan berbasis isu nyata, misalnya pengelolaan lingkungan, kewirausahaan, hingga pengembangan teknologi digital.
4. Praktik Kerja Lapangan (PKL)
CP SMK juga mencakup pengalaman nyata di dunia kerja. Melalui PKL, siswa belajar langsung dari industri. Dengan cara ini, kompetensi mereka benar-benar teruji secara praktik.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka
Implementasi Capaian Pembelajaran di Kelas

Agar capaian pembelajaran bisa tercapai, guru SMK harus menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Modul Ajar.
ATP menjabarkan langkah-langkah dari CP menjadi tujuan pembelajaran yang lebih spesifik, sementara Modul Ajar berisi rencana kegiatan yang bisa di gunakan di kelas.
Dalam praktiknya, guru di anjurkan untuk:
- Melakukan asesmen diagnostik sebelum pembelajaran di mulai.
- Menggunakan metode pembelajaran berbasis projek (project-based learning).
- Memberikan asesmen formatif untuk mengevaluasi perkembangan siswa.
- Mengintegrasikan teknologi digital dalam proses belajar.
Dengan strategi ini, pembelajaran menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan terarah.
Tantangan dalam Pencapaian CP di SMK

Walaupun konsep CP sangat relevan, implementasinya di lapangan tidak selalu mudah. Beberapa tantangan yang sering di temui adalah:
1. Kesiapan Guru
Masih banyak guru yang belum terbiasa menyusun ATP maupun modul ajar sendiri. Oleh karena itu, pelatihan intensif di perlukan agar mereka lebih percaya diri.
2. Keterbatasan Sarana dan Prasarana
Banyak SMK yang belum memiliki peralatan modern sesuai standar industri, sehingga praktik siswa terbatas.
3. Kerja Sama dengan Dunia Industri
Belum semua sekolah memiliki jaringan kemitraan yang solid dengan dunia industri, padahal PKL serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri sangat krusial.
4. Manajemen Waktu
Membagi waktu antara pelajaran teori, praktik, projek P5, dan PKL sering menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka
Rekomendasi Strategi untuk Sekolah dan Guru

Untuk mengoptimalkan capaian pembelajaran di SMK, ada beberapa strategi yang dapat di lakukan:
Penguatan Kompetensi Guru: Sekolah perlu mengadakan pelatihan berkelanjutan tentang penyusunan ATP, asesmen formatif, dan pembelajaran berbasis projek.
Kemitraan dengan Industri: Sekolah harus menjalin kerja sama erat dengan dunia usaha untuk memastikan pembelajaran sesuai kebutuhan pasar kerja.
Pemanfaatan Teknologi: Guru dapat menggunakan platform digital untuk simulasi pembelajaran, sehingga siswa tetap bisa berlatih meskipun fasilitas terbatas.
Integrasi P5 yang Autentik: Projek tidak hanya di jadikan acara seremonial, tetapi benar-benar di jalankan sesuai tema dan kebutuhan lokal.
Monitoring dan Evaluasi: Kepala sekolah serta tim kurikulum perlu melakukan evaluasi berkala untuk memastikan CP benar-benar tercapai.
Kesimpulan
Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMK adalah fondasi penting dalam menyiapkan siswa menghadapi masa depan.
Dengan menekankan kompetensi praktis, pembelajaran kontekstual, dan penguatan karakter, CP menjadikan lulusan SMK lebih siap kerja, mandiri, serta memiliki soft skills yang relevan dengan zaman.
FAQ
CP adalah kompetensi esensial yang harus dikuasai siswa pada setiap fase pembelajaran. Di SMK, CP berfokus pada keterampilan kejuruan yang relevan dengan dunia kerja.
KD berisi daftar materi yang harus diajarkan, sementara CP lebih fleksibel karena menekankan capaian kompetensi yang dapat dicapai melalui berbagai strategi pembelajaran.
Ya, setiap program keahlian memiliki CP yang spesifik sesuai bidangnya, misalnya Teknik Otomotif, Perhotelan, atau Akuntansi.









Leave a Reply