Kurikulum Merdeka untuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dirancang untuk memfasilitasi perkembangan anak secara menyeluruh.
Capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka PAUD tidak hanya fokus pada akademik, melainkan juga karakter, sosial emosional, kreativitas, serta fisik.
Dengan pendekatan ini, anak-anak diharapkan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan lebih percaya diri.
Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka PAUD

Capaian pembelajaran PAUD dalam Kurikulum Merdeka berfungsi sebagai arah utama dalam merancang kegiatan belajar sehari-hari.
Setiap aspek yang di tetapkan saling berkaitan untuk mendukung perkembangan anak secara utuh. Berikut beberapa capaian utama yang perlu di perhatikan.
1. Nilai Agama dan Budi Pekerti
Anak di kenalkan pada nilai-nilai keagamaan sesuai keyakinannya. Mereka juga di biasakan untuk bersikap sopan santun, jujur, serta menghargai orang lain.
Capaian ini menjadi dasar bagi pembentukan moral sejak usia dini.
2. Jati Diri dan Sosial Emosional
Anak belajar mengenal identitas dirinya, membangun rasa percaya diri, dan berlatih mandiri.
Selain itu, anak juga berinteraksi dengan teman, belajar berbagi, serta mengendalikan emosi dalam berbagai situasi.
3. Literasi, STEAM, dan Kreativitas
Anak mulai di perkenalkan pada literasi dasar dan numerasi melalui kegiatan bermain. Mereka juga di ajak memahami sains sederhana, misalnya mengenal bentuk atau pola.
Seni dan kreativitas menjadi wadah anak mengekspresikan diri lewat gambar, musik, tarian, maupun permainan peran.
4. Fisik dan Motorik
Anak melatih motorik kasar melalui aktivitas berlari, melompat, atau memanjat, serta motorik halus lewat menggambar, menulis, dan meronce.
Selain itu, mereka juga di latih menjaga kebersihan diri agar terbiasa hidup sehat.
Prinsip dalam Capaian Pembelajaran PAUD

Agar capaian pembelajaran PAUD sesuai dengan karakteristik anak usia dini, Kurikulum Merdeka menetapkan prinsip-prinsip utama.
Prinsip ini memastikan bahwa setiap kegiatan belajar berlangsung menyenangkan, alami, dan relevan dengan kehidupan anak.
1. Holistik dan Menyeluruh
Pembelajaran mencakup aspek kognitif, sosial, emosional, dan fisik secara seimbang.
2. Fleksibel dan Adaptif
Guru dapat menyesuaikan kegiatan belajar dengan kebutuhan serta tahap perkembangan masing-masing anak.
3. Bermain sebagai Dasar Belajar
Semua kegiatan di rancang menyenangkan sehingga anak belajar secara alami melalui permainan.
4. Berpusat pada Anak
Guru berperan sebagai pendamping, sementara anak di beri ruang untuk bereksplorasi sesuai rasa ingin tahunya.
Tantangan dalam Menerapkan Capaian Pembelajaran

Dalam praktiknya, penerapan capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka PAUD tentu menghadapi beberapa tantangan.
Tantangan ini muncul dari faktor guru, sarana prasarana, maupun dukungan keluarga.
1. Kesiapan Guru
Sebagian guru masih perlu pendalaman tentang konsep Kurikulum Merdeka, sehingga pelatihan berkelanjutan sangat di perlukan.
2. Fasilitas Belajar
Tidak semua lembaga PAUD memiliki sarana bermain dan belajar yang memadai, terutama di daerah terpencil.
3. Keterlibatan Orang Tua
Dukungan keluarga masih menjadi tantangan. Padahal, peran orang tua sangat penting dalam memperkuat capaian pembelajaran anak.
Kesimpulan
Capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka PAUD di rancang untuk menyiapkan anak agar tumbuh sehat, percaya diri, kreatif, dan mandiri.
Enam aspek utama nilai agama, jati diri, sosial emosional, literasi dan STEAM, seni, serta fisik motorik di jadikan dasar pembelajaran.
Prinsip yang di gunakan bersifat holistik, fleksibel, berbasis bermain, serta berpusat pada anak.
Dengan dukungan guru, orang tua, dan lingkungan, capaian ini dapat terwujud secara nyata.
Oleh karena itu, PAUD melalui Kurikulum Merdeka menjadi fondasi penting dalam membangun generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.
FAQ
1. Apa itu Kurikulum Merdeka PAUD?
Kurikulum PAUD yang menekankan pembelajaran fleksibel dan sesuai potensi anak.
2. Apa tujuan capaian pembelajaran PAUD?
Mengembangkan kemampuan kognitif, sosial, bahasa, dan motorik anak.
3. Bagaimana penilaiannya?
Melalui observasi, portofolio, dan dokumentasi kegiatan anak.









Leave a Reply