Raih Masa Depan Gemilang Bersama Sekolah Ibnu Khaldun

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Sejak tahun 2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Kurikulum Merdeka sebagai jawaban atas kebutuhan pembelajaran yang lebih fleksibel, berorientasi kompetensi, serta relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu elemen penting dalam kurikulum ini adalah Capaian Pembelajaran (CP).

CP berfungsi sebagai arah utama bagi guru dan satuan pendidikan dalam merancang tujuan pembelajaran, alur, serta modul ajar.

Lebih dari sekadar daftar materi, CP dirancang untuk memastikan murid memiliki kompetensi esensial dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan di abad ke-21.

Apa Itu Capaian Pembelajaran?

Capaian Pembelajaran (CP) adalah pernyataan kompetensi yang harus dicapai peserta didik di akhir setiap fase pendidikan.

Tidak seperti kurikulum sebelumnya yang menetapkan kompetensi dasar (KD) per kelas, CP dalam Kurikulum Merdeka lebih luwes, karena menetapkan target capaian per fase (rentang dua sampai tiga tahun).

Dengan model ini, guru memiliki ruang yang lebih luas untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai konteks lokal, tingkat kemampuan murid, serta diferensiasi pembelajaran di kelas.

Dasar Hukum Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran diatur dalam sejumlah regulasi resmi, antara lain:

  • Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran.
  • Kepmendikbudristek Nomor 262/M/2022 sebagai perubahan atas aturan sebelumnya.
  • Keputusan Kepala BSKAP Nomor 008/H/KR/2022 tentang CP pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
  • Keputusan Kepala BSKAP Nomor 033/H/KR/2022 sebagai perubahan dokumen CP.
  • Keputusan Kepala BSKAP Nomor 032/H/KR/2024 dan pembaruannya 046/H/KR/2025 yang menjadi versi terbaru.

Dengan adanya regulasi tersebut, satuan pendidikan wajib mengacu pada dokumen CP terbaru untuk memastikan kesesuaian dengan kebijakan nasional.

Struktur Fase Capaian Pembelajaran

Dalam Kurikulum Merdeka, CP dibagi menjadi beberapa fase sebagai berikut:

  • Fase Fondasi: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
  • Fase A: SD kelas 1–2
  • Fase B: SD kelas 3–4
  • Fase C: SD kelas 5–6
  • Fase D: SMP kelas 7–9
  • Fase E: SMA/SMK kelas 10
  • Fase F: SMA/SMK kelas 11–12

Setiap fase memiliki rumusan capaian pembelajaran untuk setiap mata pelajaran. Guru tidak perlu membagi CP ke dalam target tahunan, karena CP menjadi arah umum di akhir fase.

Hubungan CP dengan Tujuan Pembelajaran, ATP, dan Modul Ajar

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran tidak berdiri sendiri, melainkan diturunkan ke dalam bentuk yang lebih operasional:

1. Tujuan Pembelajaran (TP)

hasil belajar yang lebih spesifik dan terukur, diturunkan dari CP.

2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

susunan logis dan sistematis dari TP yang berfungsi sebagai jembatan menuju CP.

3. Modul Ajar

perangkat pembelajaran praktis yang digunakan guru di kelas untuk mencapai TP dan CP.

Dengan alur ini, pembelajaran menjadi lebih terstruktur dan konsisten, tetapi tetap memberi fleksibilitas sesuai kondisi murid.

Integrasi dengan Profil Pelajar Pancasila

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka tidak hanya fokus pada pengetahuan, tetapi juga karakter. Oleh karena itu, CP selalu dikaitkan dengan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Ada enam dimensi utama Profil Pelajar Pancasila:

  • Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia
  • Berkebinekaan global
  • Gotong royong
  • Mandiri
  • Bernalar kritis
  • Kreatif

Melalui CP, peserta didik di arahkan untuk menguasai kompetensi akademik sekaligus membentuk karakter sesuai nilai Pancasila.

Asesmen dalam Mengukur Capaian Pembelajaran

Untuk mengetahui sejauh mana CP tercapai, pemerintah menerapkan beberapa instrumen evaluasi, di antaranya:

  • Asesmen Nasional (AN): mengukur literasi, numerasi, karakter, dan iklim belajar di satuan pendidikan.
  • Asesmen formatif dan sumatif: di lakukan guru di kelas untuk memantau perkembangan harian hingga semesteran.
  • Rapor Pendidikan: memberikan gambaran ketercapaian CP di tingkat sekolah maupun daerah sebagai dasar perencanaan berbasis data.

Contoh Penerapan CP (Ilustrasi)

Mapel: Matematika – Fase B (SD kelas 3–4)

  • CP Akhir Fase: Peserta didik mampu memahami operasi bilangan bulat, pecahan sederhana, pengukuran, dan representasi data.
  • Tujuan Pembelajaran:
    • Menjelaskan pecahan sebagai bagian dari keseluruhan.
    • Menghitung penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama.
  • Asesmen Formatif: kuis harian, soal refleksi, permainan berhitung.
  • Asesmen Sumatif: proyek mini tentang jual beli di kantin sekolah (harga, kembalian, diskon).

Strategi Implementasi CP di Sekolah

Agar implementasi CP berjalan optimal, berikut beberapa strategi praktis:

  • Audit dokumen: pastikan guru menggunakan versi CP terbaru.
  • Backward design: mulai dari CP → turunkan TP → susun ATP → kembangkan modul ajar.
  • Kolaborasi guru: buat komunitas praktik untuk menyusun ATP dan modul ajar bersama.
  • Integrasi P5: pilih tema proyek yang sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila.
  • Penggunaan Rapor Pendidikan: gunakan data untuk merancang program perbaikan mutu sekolah.

Tantangan dan Solusi Implementasi

1. Kesulitan guru memahami dokumen CP

  • Solusi: pelatihan dan workshop penyusunan ATP/modul ajar.

2. Keterbatasan sarana pembelajaran

  • Solusi: gunakan sumber belajar kontekstual dari lingkungan sekitar.

3. Perbedaan kecepatan belajar siswa

  • Solusi: terapkan strategi di ferensiasi dalam kegiatan belajar.

Kesimpulan

Capaian Pembelajaran (CP) merupakan inti dari Kurikulum Merdeka yang menekankan kompetensi akhir setiap fase, bukan sekadar materi hafalan.

Dengan CP, guru di beri fleksibilitas untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan murid, tetapi tetap mengacu pada arah nasional.

Selain itu, CP di rancang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila, asesmen nasional, dan Rapor Pendidikan, sehingga membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


FAQ

1. Apa perbedaan CP dengan KD (Kompetensi Dasar) pada kurikulum lama?

CP di tetapkan per fase, lebih fleksibel, dan berorientasi kompetensi; sedangkan KD di tetapkan per kelas dan lebih sempit.

2. Dokumen CP terbaru yang di gunakan sekolah apa?

Dokumen terbaru berdasarkan Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 sebagai pembaruan dari 032/H/KR/2024.

3. Bagaimana guru menurunkan CP menjadi kegiatan belajar?

Guru menurunkannya ke dalam Tujuan Pembelajaran (TP), menyusunnya menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), lalu membuat Modul Ajar.