Kurikulum Merdeka yang resmi di terapkan secara nasional sejak 2024 menghadirkan banyak perubahan dalam dunia pendidikan.
Salah satu aspek terpenting di dalamnya adalah Tujuan Pembelajaran (TP). Bagi guru, tujuan pembelajaran tidak hanya menjadi panduan, tetapi juga arah dalam merancang aktivitas belajar dan asesmen.
Namun, masih banyak guru yang bertanya-tanya, bagaimana cara membuat tujuan pembelajaran Kurikulum Merdeka agar sesuai standar? Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis, prinsip dasar, serta tips agar tujuan pembelajaran benar-benar relevan dengan kebutuhan siswa.
Apa Itu Tujuan Pembelajaran?

Tujuan Pembelajaran (TP) adalah rumusan kemampuan yang di harapkan dikuasai peserta didik setelah melalui kegiatan belajar tertentu. TP berbeda dengan Capaian Pembelajaran (CP). Jika CP berisi target kompetensi pada akhir suatu fase, maka TP adalah turunan yang lebih spesifik dan operasional.
Dengan kata lain, TP membantu guru menjabarkan CP menjadi langkah-langkah belajar yang lebih terukur.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka
Mengapa Tujuan Pembelajaran Penting?

Tujuan pembelajaran memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:
- Memberi arah – Guru dan siswa tahu apa yang harus di capai pada akhir pembelajaran.
- Dasar perencanaan – TP menjadi acuan dalam memilih metode, media, dan strategi pembelajaran.
- Indikator asesmen – Keberhasilan siswa di ukur berdasarkan ketercapaian tujuan.
- Meningkatkan relevansi – TP dapat di sesuaikan dengan konteks sekolah, kebutuhan siswa, dan tantangan global.
Dengan demikian, TP bukan hanya formalitas, tetapi kunci agar pembelajaran berjalan efektif.
Prinsip Dasar Membuat Tujuan Pembelajaran

Sebelum menyusun TP, ada beberapa prinsip yang wajib di perhatikan:
- Spesifik dan terukur
Tujuan harus jelas, menggunakan kata kerja operasional yang bisa di amati. - Selaras dengan CP
TP adalah turunan langsung dari Capaian Pembelajaran, sehingga tidak boleh keluar dari kerangka fase. - Berorientasi pada kompetensi, bukan sekadar konten
Fokus pada kemampuan yang bisa dilakukan siswa, bukan hanya pengetahuan yang di hafalkan. - Memperhatikan di ferensiasi
Guru dapat merumuskan TP sesuai profil belajar, minat, dan kesiapan siswa.
Langkah-Langkah Membuat Tujuan Pembelajaran

1. Pahami Capaian Pembelajaran (CP)
Langkah pertama adalah membaca CP yang sesuai dengan mata pelajaran dan fase. Misalnya, pada fase D (SMP), CP IPA menyebutkan bahwa siswa mampu memahami interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya.
2. Analisis Kompetensi Esensial
Dari CP tersebut, tentukan kompetensi inti yang harus dicapai. Misalnya, “mampu menjelaskan rantai makanan” atau “mampu menyajikan laporan hasil pengamatan ekosistem.”
3. Rumuskan Tujuan dengan Kata Kerja Operasional
Gunakan kata kerja yang bisa diukur, misalnya: menjelaskan, mengidentifikasi, membandingkan, menyusun, membuat, atau menyajikan. Hindari kata abstrak seperti “memahami” tanpa indikator jelas.
4. Sesuaikan dengan Profil Pelajar Pancasila
Tujuan harus mendukung dimensi Profil Pelajar Pancasila, seperti bernalar kritis, mandiri, kreatif, dan gotong royong.
5. Buat Urutan Logis (Alur Tujuan Pembelajaran/ATP)
Susun TP secara bertahap dari yang sederhana ke yang kompleks. Dengan begitu, siswa dapat belajar secara sistematis hingga mencapai CP.
Contoh Tujuan Pembelajaran

Mata Pelajaran: IPA
Fase: D (SMP kelas 7–9)
Capaian Pembelajaran: Siswa mampu menganalisis interaksi dalam ekosistem.
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa dapat mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem.
- Siswa dapat menjelaskan hubungan antara produsen, konsumen, dan dekomposer.
- Siswa dapat membuat diagram rantai makanan sederhana.
- Siswa dapat menyajikan laporan hasil pengamatan ekosistem sekitar sekolah.
Dengan tujuan di atas, guru bisa menyusun ATP dan modul ajar yang sesuai dengan konteks kelas.
Tips Praktis Menyusun Tujuan Pembelajaran

- Gunakan taksonomi Bloom – Pilih kata kerja sesuai level kognitif: pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.
- Kolaborasi dengan rekan guru – Diskusi akan memperkaya variasi dan memastikan keselarasan antar mata pelajaran.
- Integrasikan literasi dan numerasi – Misalnya, siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga menginterpretasi data tabel.
- Libatkan konteks lokal – Tujuan lebih bermakna jika sesuai dengan lingkungan sekitar siswa.
- Refleksi dan revisi – Setelah diterapkan, evaluasi apakah tujuan realistis dan tercapai.
Kesalahan yang Harus Dihindari

- Menulis tujuan terlalu umum tanpa indikator.
- Menggunakan kata kerja yang tidak terukur.
- Tidak selaras dengan CP.
- Terlalu banyak tujuan dalam satu pertemuan, sehingga pembelajaran tidak fokus.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka
Kesimpulan
Membuat tujuan pembelajaran Kurikulum Merdeka membutuhkan pemahaman, ketelitian, dan kreativitas.
Dengan memperhatikan CP, Profil Pelajar Pancasila, serta prinsip pembelajaran berdiferensiasi, guru dapat merumuskan TP yang jelas, relevan, dan berdampak nyata.
FAQ
CP adalah capaian akhir pada tiap fase, sementara TP adalah tujuan yang lebih spesifik di setiap unit pembelajaran.
Guru dapat menggunakan contoh TP dari modul ajar resmi, tetapi di anjurkan menyesuaikan dengan kondisi siswa dan sekolah.
Pastikan TP selaras dengan CP, menggunakan kata kerja operasional, dan dapat di ukur dengan asesmen.








Leave a Reply