Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya menyederhanakan pembelajaran sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Salah satu elemen penting dalam kurikulum ini adalah Capaian Pembelajaran (CP). CP berfungsi sebagai acuan utama bagi guru dalam menyusun tujuan, strategi, serta asesmen pembelajaran.
Namun, banyak pendidik masih bingung tentang bagaimana cara membuat capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan standar.
Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis, prinsip penyusunan, serta tips agar CP benar-benar relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Apa Itu Capaian Pembelajaran?

Capaian Pembelajaran adalah pernyataan mengenai kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada setiap fase pendidikan. Dalam Kurikulum Merdeka, CP menggantikan Kompetensi Dasar (KD) pada Kurikulum 2013.
Berbeda dengan KD yang lebih banyak bersifat konten, CP menekankan pada kompetensi esensial. Dengan demikian, guru memiliki fleksibilitas lebih luas dalam menentukan strategi pembelajaran, selama tujuan utama pembelajaran tercapai.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka
Prinsip Dasar Membuat Capaian Pembelajaran

Agar capaian pembelajaran efektif, ada beberapa prinsip yang wajib diperhatikan, yaitu:
1. Berorientasi pada kompetensi esensial
CP tidak harus mencakup seluruh materi, tetapi fokus pada kemampuan utama yang harus dimiliki siswa.
2. Kontekstual dan relevan
CP harus sesuai dengan kebutuhan siswa serta tantangan abad ke-21, seperti literasi digital, kreativitas, dan kolaborasi.
3. Berkesinambungan antar fase
CP tiap fase harus terhubung dengan fase sebelumnya dan mempersiapkan fase berikutnya.
4. Menguatkan karakter
CP tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga aspek sikap dan keterampilan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Langkah-Langkah Membuat Capaian Pembelajaran

1. Memahami Dokumen Resmi
Pertama-tama, guru harus membaca dokumen resmi Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka yang sudah di terbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dokumen ini menjadi dasar hukum dan panduan utama.
2. Menganalisis Profil Pelajar Pancasila
Setiap CP harus sejalan dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Dengan demikian, CP tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga penguatan karakter.
3. Menentukan Fase Belajar
Kurikulum Merdeka membagi jenjang pendidikan ke dalam fase-fase, bukan per kelas. Misalnya:
- Fase A: kelas 1–2 SD
- Fase B: kelas 3–4 SD
- Fase C: kelas 5–6 SD
- Fase D: kelas 7–9 SMP
- Fase E: kelas 10 SMA/SMK
- Fase F: kelas 11–12 SMA/SMK
Guru perlu menyesuaikan CP dengan fase yang relevan.
4. Merumuskan Tujuan Umum
Setelah menentukan fase, guru dapat merumuskan tujuan umum pembelajaran. Misalnya, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di fase C, tujuan umum bisa berupa “siswa mampu memahami teks narasi dan menuliskan pengalaman pribadi dengan struktur yang benar.”
5. Menjabarkan Indikator Kompetensi
Agar lebih terukur, CP perlu dijabarkan dalam indikator. Contohnya:
- Siswa mampu membaca teks narasi dengan intonasi tepat.
- Siswa mampu menulis teks sederhana dengan kalimat efektif.
- Siswa mampu menyampaikan pengalaman pribadi secara lisan.
6. Mengintegrasikan Literasi dan Numerasi
Karena literasi dan numerasi menjadi fokus Kurikulum Merdeka, CP perlu memasukkan aspek ini. Misalnya, dalam IPA, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu membaca data dalam grafik atau tabel.
7. Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Setelah CP disusun, guru membuat Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) sebagai turunan yang lebih detail. ATP berisi tahapan pembelajaran yang sistematis sehingga capaian dapat di wujudkan secara bertahap.
Tips Praktis dalam Menyusun Capaian Pembelajaran

- Gunakan bahasa yang jelas – Hindari istilah rumit agar mudah dipahami guru dan siswa.
- Sertakan aspek keterampilan abad 21 – Misalnya kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis.
- Konsultasikan dengan rekan sejawat – Diskusi antar guru akan membantu menyempurnakan CP.
- Uji coba di kelas – CP yang sudah dibuat perlu diuji di lapangan untuk melihat relevansinya.
- Selalu evaluasi – Lakukan perbaikan berdasarkan hasil asesmen dan refleksi pembelajaran.
Contoh Capaian Pembelajaran Sederhana

Mata Pelajaran: IPA
Fase: D (SMP kelas 7–9)
Capaian Pembelajaran:
“Siswa mampu menjelaskan konsep ekosistem, menganalisis interaksi antar komponen biotik dan abiotik, serta menyajikan laporan hasil pengamatan lapangan dalam bentuk tulisan maupun presentasi.”
Dari CP ini, guru bisa mengembangkan ATP dan modul ajar sesuai konteks sekolah.
Mengapa Capaian Pembelajaran Penting?

Tanpa CP yang jelas, pembelajaran mudah kehilangan arah. Dengan adanya CP, guru tahu apa yang harus di capai, siswa paham kompetensi apa yang diharapkan, dan orang tua dapat melihat perkembangan anak secara lebih terstruktur.
Lebih dari itu, CP memastikan bahwa setiap proses belajar sejalan dengan tujuan pendidikan nasional serta tantangan global.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka
Kesimpulan
Membuat capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka memang membutuhkan pemahaman, analisis, dan perencanaan yang matang. Namun, dengan mengikuti langkah-langkah di atas, guru dapat menyusun CP yang kontekstual, relevan, dan sesuai kebutuhan siswa.
Melalui CP yang tepat, pembelajaran akan lebih bermakna karena berfokus pada kompetensi inti, bukan sekadar menyelesaikan materi. Pada akhirnya, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sesuai Profil Pelajar Pancasila.
FAQ
Tidak. Guru dapat menggunakan CP resmi dari Kemendikbud sebagai acuan utama, lalu menyesuaikannya dengan konteks sekolah.
CP adalah target kompetensi yang harus di capai siswa dalam satu fase, sementara ATP adalah tahapan pembelajaran untuk mencapai CP tersebut.
Guru dapat melakukan adaptasi berdasarkan potensi daerah, sarana prasarana, serta profil siswa.








Leave a Reply