Kurikulum Merdeka menjadi langkah baru dalam pembaruan sistem pendidikan di Indonesia. Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), capaian pembelajaran (CP) menjadi acuan utama bagi guru untuk mengukur kompetensi yang harus dicapai siswa.
Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, CP Kurikulum Merdeka SD lebih fleksibel dan menyesuaikan perkembangan anak. Fokus utamanya tidak hanya pada pengetahuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan hidup yang sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila.
Apa Itu Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka SD?

Capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka SD adalah kompetensi minimum yang perlu dicapai siswa pada setiap fase pendidikan. Untuk tingkat SD, fase A (kelas 1–2), fase B (kelas 3–4), dan fase C (kelas 5–6) memiliki CP yang berbeda, sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Dengan adanya CP, guru memiliki pedoman jelas dalam menyusun rencana pembelajaran, strategi mengajar, hingga metode penilaian.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Tujuan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka SD

Beberapa tujuan utama penerapan CP di SD antara lain:
- Memberikan dasar kuat literasi dan numerasi sejak dini.
- Membentuk karakter positif, seperti tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama.
- Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
- Membiasakan siswa belajar sesuai konteks kehidupan sehari-hari.
- Menjadi landasan bagi siswa agar siap melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Prinsip Capaian Pembelajaran SD dalam Kurikulum Merdeka

Ada beberapa prinsip penting dalam implementasi CP Kurikulum Merdeka SD, yaitu:
1. Berpusat pada Siswa
Pembelajaran dirancang sesuai kebutuhan, minat, dan kemampuan anak.
2. Kontekstual
Materi disesuaikan dengan pengalaman sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami.
3. Fleksibel
Guru dapat menyesuaikan strategi belajar dengan kondisi kelas dan kemampuan siswa.
4. Holistik
Fokus bukan hanya akademik, tetapi juga keterampilan sosial, emosional, dan spiritual.
Contoh Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka SD
Berikut adalah contoh gambaran capaian pembelajaran di SD berdasarkan bidang utama:
1. Literasi
- Kelas 1–2: Mengenal huruf, membaca kata, dan menulis kalimat sederhana.
- Kelas 3–4: Membaca teks dengan pemahaman lebih dalam.
- Kelas 5–6: Menganalisis bacaan dan menulis teks lebih kompleks.
2. Numerasi
- Kelas 1–2: Mengenal angka dan operasi penjumlahan-pengurangan sederhana.
- Kelas 3–4: Memahami perkalian, pembagian, pecahan, dan pengukuran.
- Kelas 5–6: Menguasai konsep desimal, persentase, hingga pemecahan masalah.
3. Sosial-Emosional
- Siswa belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, serta mampu mengendalikan emosi.
4. Seni dan Kreativitas
- Anak mengekspresikan ide melalui seni rupa, musik, atau drama sederhana.
Peran Guru dan Orang Tua dalam Mendukung Capaian Pembelajaran SD

Keberhasilan CP tidak hanya bergantung pada guru, tetapi juga dukungan orang tua.
- Peran Guru: Membimbing siswa, menyiapkan asesmen, dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
- Peran Orang Tua: Memberikan dukungan moral, membiasakan belajar di rumah, serta berkomunikasi aktif dengan guru.
Tantangan Penerapan Capaian Pembelajaran SD

Meski konsepnya relevan, ada beberapa tantangan dalam penerapan CP di SD:
- Perbedaan kemampuan siswa di awal kelas.
- Keterbatasan fasilitas belajar di beberapa daerah.
- Masih perlunya pendalaman pemahaman guru terkait Kurikulum Merdeka.
Namun, tantangan ini dapat diatasi melalui pelatihan guru, kerjasama sekolah dengan orang tua, serta inovasi pembelajaran berbasis digital.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka
Kesimpulan
Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka SD menjadi fondasi penting bagi siswa dalam membangun kemampuan akademik, sosial, dan emosional. Dengan pendekatan yang fleksibel dan kontekstual, CP mampu membantu anak berkembang sesuai potensinya.
Jika di dukung guru dan orang tua secara optimal, capaian pembelajaran di Kurikulum Merdeka dapat mencetak generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
FAQ
Kompetensi minimum yang harus di capai siswa pada setiap fase pendidikan dasar sesuai perkembangan usianya.
Karena menjadi dasar literasi, numerasi, dan pembentukan karakter yang berpengaruh pada jenjang berikutnya.
Lebih fleksibel, kontekstual, dan menekankan penguatan karakter serta keterampilan abad 21.












Leave a Reply