Pada artikel kali ini akan membahas Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka bagi kalian yang ingin tau Penjelasan mengenai Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka simak terus hingga akhir artikel ini.
Struktur Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka memiliki struktur yang lebih sederhana di banding kurikulum sebelumnya.
Beberapa komponen utama yang harus ada di dalamnya antara lain:
- Capaian Pembelajaran (CP): Tujuan pembelajaran yang di rancang sesuai fase perkembangan siswa.
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Rangkaian tujuan yang menggambarkan urutan pencapaian kompetensi.
- Modul Ajar: Panduan mengajar yang fleksibel dan bisa di sesuaikan dengan kondisi kelas.
- Asesmen: Bentuk evaluasi yang tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga perkembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Struktur ini menjadikan perangkat pembelajaran lebih ramah bagi guru dan mendukung pendekatan pembelajaran yang humanis.
Modul Ajar dalam Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Modul ajar merupakan salah satu elemen penting dalam pembelajaran di Kurikulum Merdeka.
Bahan ajar ini berisi rencana pembelajaran lengkap mulai dari tujuan, langkah kegiatan, hingga asesmen yang akan di gunakan.
Beberapa ciri khas modul ajar dalam Kurikulum Merdeka:
- Fleksibel: Guru bebas menyesuaikan modul dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah.
- Kontekstual: Materi di kaitkan dengan kehidupan nyata agar lebih mudah di pahami.
- Berbasis Proyek: Mendorong siswa belajar melalui aktivitas nyata dan kolaboratif.
- Berpusat pada Siswa: Modul ajar di rancang agar siswa lebih aktif, kreatif, dan mandiri.
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Bagian yang membedakan Kurikulum Merdeka dengan kurikulum sebelumnya adalah adanya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Proyek ini bukan sekadar pelajaran tambahan, melainkan aktivitas lintas disiplin yang di rancang untuk membentuk karakter siswa.
Contoh proyek yang sering di terapkan di sekolah:
- Proyek Lingkungan: Menanam pohon, mengelola sampah, atau membuat taman sekolah.
- Proyek Kewirausahaan: Membuat produk sederhana yang bisa di pasarkan di sekolah.
- Proyek Budaya: Menyelenggarakan pameran seni atau festival budaya lokal.
- Proyek Sosial: Mengadakan kegiatan bakti sosial di lingkungan sekitar.
Dengan adanya P5, siswa tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kepekaan sosial, gotong royong, dan jiwa kebangsaan.
Peran Guru dan Sekolah

Guru dan sekolah memiliki peran vital dalam menyusun serta menjalankan pembelajaran Kurikulum Merdeka.
Tenaga pendidik bertindak sebagai fasilitator, bukan hanya penyampai materi. Guru berperan menyusun modul ajar, melaksanakan proyek P5, serta melakukan asesmen yang menyeluruh.
Sekolah berfungsi menyediakan lingkungan yang mendukung, mulai dari fasilitas, program kegiatan, hingga pengembangan profesional guru.
Implementasi perangkat pembelajaran ini akan berjalan optimal apabila guru, sekolah, dan orang tua berkolaborasi dengan baik.
Kesimpulan
Perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka adalah panduan penting yang membantu guru dalam mengelola bahan ajar yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa.
Dengan struktur sederhana, modul ajar yang adaptif, serta proyek P5 yang membentuk karakter, perangkat ini menjadi fondasi keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah.
FAQ
Perangkat pembelajaran adalah panduan guru dalam mengajar, meliputi capaian pembelajaran, ATP, modul ajar, dan asesmen.
Ya, modul ajar wajib disusun, namun fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kelas.
Proyek P5 adalah kegiatan lintas disiplin untuk membentuk karakter siswa sesuai nilai-nilai Pancasila.
Sekolah berperan menyediakan fasilitas, dukungan, dan lingkungan yang kondusif bagi guru dan siswa.









Leave a Reply