Subnetting adalah teknik membagi satu jaringan IP besar menjadi beberapa jaringan kecil (subnetwork) untuk mengoptimalkan penggunaan alamat IP, meningkatkan keamanan, dan memudahkan manajemen jaringan.
Dalam dunia jaringan komputer, subnetting menjadi salah satu keterampilan dasar yang wajib dikuasai oleh siswa SMK jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) maupun administrator jaringan profesional.
Melalui panduan ini, kamu akan memahami konsep dasar subnetting, cara menghitung subnet mask, pembagian IP address, hingga praktik penerapan dalam jaringan komputer nyata.
Setiap perangkat di jaringan komputer memerlukan alamat IP (Internet Protocol) agar bisa saling berkomunikasi. Namun, ketika jumlah perangkat bertambah banyak, jaringan besar sering kali sulit dikelola. Untuk itu, dibutuhkan cara agar jaringan besar bisa dipecah menjadi jaringan yang lebih kecil dan teratur inilah yang disebut subnetting.
Subnetting tidak hanya membantu menghemat alamat IP, tetapi juga meningkatkan keamanan karena administrator dapat mengatur batas komunikasi antar subnet. Misalnya, jaringan sekolah dapat dibagi menjadi subnet untuk ruang guru, laboratorium komputer, dan administrasi sekolah.
Konsep ini menjadi penting karena IPv4 hanya memiliki 4,3 miliar alamat yang harus dibagi ke seluruh dunia. Dengan subnetting, pembagian alamat IP menjadi lebih efisien dan tertata.
1. Pengertian Subnetting
Subnetting berasal dari kata Sub Network, yaitu teknik membagi satu jaringan IP besar menjadi beberapa jaringan kecil dengan subnet mask tertentu.
Subnet mask digunakan untuk menentukan bagian Network ID (identitas jaringan) dan Host ID (identitas perangkat dalam jaringan).
Contoh sederhana:
- IP Address:
192.168.1.0 - Subnet Mask:
255.255.255.0
Artinya jaringan ini memiliki 256 alamat (0–255) dengan 254 alamat yang bisa digunakan (karena 2 alamat digunakan untuk network dan broadcast).
2. Manfaat Subnetting
Subnetting memiliki beberapa manfaat penting dalam manajemen jaringan:
- Efisiensi Alamat IP: Menghindari pemborosan alamat IP.
- Keamanan Jaringan: Subnet berbeda bisa dipisahkan dengan router atau firewall.
- Manajemen Lebih Mudah: Jaringan lebih terorganisir (misalnya berdasarkan departemen atau ruangan).
- Mengurangi Traffic: Broadcast hanya terjadi di dalam subnet masing-masing, tidak seluruh jaringan.
- Kinerja Lebih Baik: Jaringan kecil lebih stabil dan mudah dipantau.
3. Kelas IP Address
Sebelum belajar subnetting, penting memahami kelas IP karena menentukan batasan jumlah host dan jaringan.
| Kelas | Rentang Alamat IP | Default Subnet Mask | Jumlah Host | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| A | 1.0.0.0 – 126.0.0.0 | 255.0.0.0 | ±16 juta | Digunakan untuk jaringan besar |
| B | 128.0.0.0 – 191.255.0.0 | 255.255.0.0 | ±65 ribu | Digunakan untuk jaringan menengah |
| C | 192.0.0.0 – 223.255.255.0 | 255.255.255.0 | 254 | Umum digunakan di LAN (sekolah, kantor) |
4. Dasar Perhitungan Subnetting
Subnetting melibatkan perubahan pada subnet mask untuk menambah jumlah jaringan (subnet) dan mengurangi jumlah host per jaringan.
Rumus penting:
- Jumlah subnet = 2ⁿ
- Jumlah host per subnet = 2ⁿ – 2
(n = jumlah bit yang dipinjam dari bagian host)
Contoh:
IP: 192.168.1.0/26
Artinya subnet mask-nya adalah 255.255.255.192
Karena ada 2 bit tambahan dari default Class C (24 → 26).
Hitungannya:
- Jumlah subnet = 2² = 4 subnet
- Jumlah host = 2⁶ – 2 = 62 host per subnet
- Subnet:
- 192.168.1.0
- 192.168.1.64
- 192.168.1.128
- 192.168.1.192
Setiap subnet punya rentang IP sendiri:
| Subnet | Rentang Host | Broadcast |
|---|---|---|
| 192.168.1.0 | 192.168.1.1 – 192.168.1.62 | 192.168.1.63 |
| 192.168.1.64 | 192.168.1.65 – 192.168.1.126 | 192.168.1.127 |
| 192.168.1.128 | 192.168.1.129 – 192.168.1.190 | 192.168.1.191 |
| 192.168.1.192 | 192.168.1.193 – 192.168.1.254 | 192.168.1.255 |
5. CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
Subnetting modern menggunakan notasi CIDR (/n), di mana n menunjukkan jumlah bit untuk Network ID.
Contoh:
/24= 255.255.255.0/25= 255.255.255.128/26= 255.255.255.192/30= 255.255.255.252 (biasanya untuk point-to-point)
CIDR membuat pembagian jaringan lebih fleksibel, tidak terikat pada kelas IP A/B/C.
6. Langkah Mudah Belajar Subnetting
Untuk pemula, gunakan cara sistematis agar mudah memahami:
- Tentukan IP dan kelasnya.
- Tentukan subnet mask baru (CIDR).
- Hitung jumlah subnet dan host.
- Tentukan increment (kelipatan subnet).
- Tuliskan rentang IP dan alamat broadcast.
Contoh latihan:
IP: 10.10.0.0/20
- Jumlah bit host = 12 → 2¹² – 2 = 4094 host/subnet
- Subnet mask = 255.255.240.0
- Jumlah subnet dari Class A = 2⁴ = 16 subnet
7. Penerapan Subnetting dalam Dunia Nyata
Subnetting sangat penting di dunia kerja, misalnya:
- Sekolah: membagi jaringan lab komputer, ruang guru, dan administrasi.
- Perusahaan: memisahkan jaringan departemen agar lebih aman.
- ISP (Internet Service Provider): membagi IP pelanggan berdasarkan area.
- Data Center: mengatur server agar komunikasi lebih cepat dan efisien.
Kesimpulan
Subnetting adalah teknik penting dalam manajemen jaringan komputer yang berfungsi untuk membagi jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil agar lebih efisien, aman, dan mudah dikelola.
Dengan memahami konsep subnet mask, perhitungan jumlah subnet dan host, serta penerapan CIDR, seseorang dapat merancang topologi jaringan dengan tepat sesuai kebutuhan.
Bagi siswa SMK TKJ, kemampuan subnetting merupakan pondasi utama dalam memahami konsep routing, manajemen IP, dan konfigurasi jaringan tingkat lanjut.
Latihan yang konsisten akan membuat proses subnetting terasa mudah dan cepat.










Leave a Reply