Raih Masa Depan Gemilang Bersama Sekolah Ibnu Khaldun

Konfigurasi DNS Server Menggunakan Debian

3

DNS (Domain Name System) Server adalah layanan jaringan yang berfungsi untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP, sehingga pengguna dapat mengakses situs atau server tanpa harus mengingat deretan angka IP yang panjang. Pada sistem operasi Debian Linux, konfigurasi DNS server umumnya menggunakan paket BIND9 (Berkeley Internet Name Domain) yang merupakan software DNS server paling populer di dunia.
Dengan mengonfigurasi DNS Server di Debian, administrator jaringan dapat mengelola nama domain lokal, mengatur forwarder, dan mengoptimalkan sistem jaringan internal maupun eksternal.

Dalam dunia jaringan komputer, komunikasi antar perangkat tidak bisa dilepaskan dari penggunaan alamat IP. Namun, karena alamat IP sulit diingat oleh manusia, maka diperlukan sistem yang dapat menerjemahkan nama menjadi alamat IP. Di sinilah DNS Server berperan.

Sebagai contoh, ketika pengguna mengetik “www.google.com”, sistem DNS akan menerjemahkan nama tersebut menjadi alamat IP (misalnya 142.250.183.132) agar komputer dapat mengakses server yang dimaksud.

Pada sistem operasi Debian, konfigurasi DNS dilakukan menggunakan BIND9, perangkat lunak yang handal dan fleksibel untuk menangani berbagai kebutuhan jaringan — mulai dari skala kecil (LAN sekolah, kantor) hingga jaringan besar (hosting dan provider internet).

Melalui pembelajaran konfigurasi DNS di Debian, siswa atau teknisi jaringan dapat memahami konsep dasar sistem penamaan domain serta praktik administrasi jaringan berbasis Linux.

1. Persiapan Awal

Sebelum melakukan konfigurasi, pastikan:

  • Sistem operasi: Debian Server (misalnya Debian 10, 11, atau 12)
  • Akses root atau sudo
  • Koneksi internet untuk instalasi paket
  • IP Address server sudah dikonfigurasi secara static

Contoh konfigurasi IP (misalnya server DNS menggunakan IP 192.168.1.10):

sudo nano /etc/network/interfaces

Tambahkan konfigurasi:

auto eth0
iface eth0 inet static
   address 192.168.1.10
   netmask 255.255.255.0
   gateway 192.168.1.1
   dns-nameservers 8.8.8.8

Lalu restart jaringan:

sudo systemctl restart networking

2. Instalasi Paket BIND9

Langkah berikutnya adalah menginstal layanan DNS server:

sudo apt update
sudo apt install bind9 bind9utils bind9-doc -y

Setelah instalasi selesai, pastikan layanan aktif:

sudo systemctl status bind9

Jika aktif, akan muncul status “active (running)”.


3. Konfigurasi Zona DNS

BIND9 menggunakan file zona untuk menyimpan data domain dan alamat IP yang terkait. Kita akan membuat domain lokal sebagai contoh, misalnya sbs-school.local.

a. Edit file konfigurasi utama BIND:
sudo nano /etc/bind/named.conf.local

Tambahkan baris berikut:

zone "sbs-school.local" {
    type master;
    file "/etc/bind/db.sbs-school.local";
};

zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
    type master;
    file "/etc/bind/db.192";
};

4. Membuat File Zona Forward dan Reverse

File zona berisi catatan (record) DNS seperti A, NS, dan PTR.

a. Buat file zona forward:
sudo cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.sbs-school.local
sudo nano /etc/bind/db.sbs-school.local

Isi contoh file:

;
; Zona untuk domain sbs-school.local
;
$TTL    604800
@       IN      SOA     ns.sbs-school.local. admin.sbs-school.local. (
                        2         ; Serial
                        604800    ; Refresh
                        86400     ; Retry
                        2419200   ; Expire
                        604800 )  ; Negative Cache TTL
;
@       IN      NS      ns.sbs-school.local.
ns      IN      A       192.168.1.10
www     IN      A       192.168.1.10
mail    IN      A       192.168.1.11
b. Buat file zona reverse:
sudo cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192
sudo nano /etc/bind/db.192

Isi contoh file:

;
; Zona Reverse untuk 192.168.1.0/24
;
$TTL    604800
@       IN      SOA     ns.sbs-school.local. admin.sbs-school.local. (
                        2
                        604800
                        86400
                        2419200
                        604800 )
;
@       IN      NS      ns.sbs-school.local.
10      IN      PTR     ns.sbs-school.local.
10      IN      PTR     www.sbs-school.local.

5. Pemeriksaan Konfigurasi

Sebelum me-restart layanan, periksa apakah konfigurasi sudah benar:

sudo named-checkconf
sudo named-checkzone sbs-school.local /etc/bind/db.sbs-school.local
sudo named-checkzone 1.168.192.in-addr.arpa /etc/bind/db.192

Jika tidak ada pesan error, berarti konfigurasi sudah benar.


6. Restart dan Uji DNS Server

Restart layanan DNS:

sudo systemctl restart bind9

Uji menggunakan perintah dig atau nslookup:

dig @192.168.1.10 www.sbs-school.local
nslookup www.sbs-school.local 192.168.1.10

Jika hasilnya menampilkan IP 192.168.1.10, maka konfigurasi DNS berhasil.


7. (Opsional) Konfigurasi DNS Forwarder

Jika ingin agar DNS server lokal juga dapat meneruskan permintaan ke internet, edit file:

sudo nano /etc/bind/named.conf.options

Aktifkan bagian forwarders:

forwarders {
    8.8.8.8;
    1.1.1.1;
};

Lalu restart kembali BIND:

sudo systemctl restart bind9

Kesimpulan

Konfigurasi DNS Server menggunakan Debian dengan BIND9 adalah langkah penting dalam membangun infrastruktur jaringan yang efisien dan terkelola. DNS berperan sebagai penerjemah antara nama domain dan alamat IP, sehingga memudahkan komunikasi antar perangkat dalam jaringan.

Dengan langkah-langkah yang meliputi instalasi, pembuatan zona, pengujian, dan optimasi, administrator jaringan dapat membangun layanan DNS lokal maupun publik yang stabil dan aman.
Pemahaman terhadap sistem DNS juga memberikan dasar kuat bagi siswa SMK jurusan TKJ dalam menghadapi tantangan di dunia kerja, khususnya dalam bidang network administration dan server management.