Capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka fase D merupakan acuan penting yang digunakan guru untuk merancang kegiatan belajar.
Fase ini mencakup jenjang SMP atau sederajat, yaitu kelas 7 hingga kelas 9. Oleh karena itu, guru perlu memahami dengan jelas apa saja capaian yang harus diraih siswa agar pembelajaran berjalan sesuai arah.
Pengertian Capaian Pembelajaran Fase D

Secara sederhana, capaian pembelajaran adalah kompetensi yang harus dimiliki siswa pada akhir fase tertentu. Dalam Kurikulum Merdeka, capaian tidak hanya menekankan pada aspek pengetahuan, tetapi juga mencakup keterampilan dan sikap.
Karena itu, capaian pembelajaran fase D dirancang agar siswa mampu berpikir kritis, kreatif, serta berperilaku sesuai nilai-nilai kebangsaan.
Tujuan Capaian Pembelajaran Fase D

Tujuan utama dari capaian pembelajaran pada fase D adalah membekali siswa dengan kemampuan yang relevan untuk kehidupan nyata. Selain itu, capaian ini juga berfungsi untuk:
- Mengarahkan proses belajar agar terstruktur.
- Memberikan pedoman bagi guru dalam menyusun modul ajar.
- Membantu siswa mengembangkan potensi diri secara optimal.
- Menjadi acuan penilaian hasil belajar yang objektif.
Karakteristik Capaian Pembelajaran Fase D

Agar lebih jelas, berikut karakteristik capaian pembelajaran fase D dalam Kurikulum Merdeka:
1. Holistik
Capaian tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga menekankan keterampilan praktik dan sikap. Dengan cara ini, siswa lebih siap menghadapi tantangan nyata.
2. Berpusat pada Siswa
Fokus utama diarahkan pada kebutuhan dan minat siswa. Oleh karena itu, guru harus menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas.
3. Fleksibel
Meskipun ada acuan nasional, capaian bisa dikembangkan sesuai konteks sekolah dan lingkungan sekitar. Hal ini membuat pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan siswa.
4. Bertahap
Capaian dirancang dari kemampuan dasar menuju kompetensi yang lebih kompleks. Dengan demikian, siswa dapat berkembang secara sistematis.
Contoh Capaian Pembelajaran Fase D

Untuk memberikan gambaran, berikut beberapa contoh capaian pembelajaran di fase D:
- Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa mampu menganalisis isi teks argumentasi dan menyajikan pendapatnya secara runtut.
- Pada mata pelajaran Matematika, siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan aljabar, persamaan, serta fungsi sederhana.
- Pada mata pelajaran IPA, siswa mampu menjelaskan konsep energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Pada mata pelajaran IPS, siswa dapat memahami dinamika interaksi sosial di masyarakat serta dampaknya.
- Pada Pendidikan Pancasila, siswa mampu menunjukkan sikap gotong royong dalam kegiatan kelompok.
Strategi Guru dalam Mencapai Capaian Fase D

Agar capaian pembelajaran benar-benar tercapai, guru dapat menerapkan strategi berikut:
- Menggunakan metode variatif – misalnya diskusi, proyek, dan praktik langsung.
- Menyediakan asesmen formatif – agar perkembangan siswa terpantau secara berkelanjutan.
- Menyesuaikan materi dengan konteks lokal – sehingga pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan nyata.
- Mendorong pembelajaran kolaboratif – supaya siswa terbiasa bekerja sama dalam menyelesaikan masalah.
Manfaat Capaian Pembelajaran Fase D

Jika capaian pembelajaran dipahami dan diterapkan dengan baik, manfaatnya sangat besar.
Guru memiliki arah yang jelas dalam mengajar, siswa lebih mudah memahami tujuan belajar, dan sekolah dapat mengevaluasi keberhasilan pembelajaran dengan standar yang sama. Selain itu, capaian ini juga membantu menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka fase D tidak hanya menjadi target akademik, tetapi juga sarana untuk membentuk karakter siswa.
Dengan penerapan yang tepat, capaian ini akan mendorong terciptanya proses belajar yang bermakna, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
FAQ
Capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka fase D adalah kompetensi yang harus dicapai siswa SMP atau sederajat (kelas 7–9) mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan perkembangan usia.
Capaian fase D penting karena menjadi pedoman guru dalam menyusun rencana belajar, membantu siswa memahami arah belajar, dan menjadi dasar evaluasi hasil pembelajaran secara objektif.
Contohnya antara lain: siswa mampu menganalisis teks argumentasi, menyelesaikan soal aljabar, menjelaskan konsep energi, memahami interaksi sosial, serta menunjukkan sikap gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.









Leave a Reply