Merdeka Belajar menjadi salah satu terobosan penting dalam dunia pendidikan Indonesia. Konsep ini tidak hanya berlaku di jenjang dasar maupun menengah, tetapi juga di terapkan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Penerapan Merdeka Belajar di PAUD bertujuan untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada anak dalam bereksplorasi, berekspresi, serta mengembangkan potensi sesuai minatnya.
Dengan pendekatan ini, anak tidak lagi hanya mengikuti instruksi kaku dari guru, melainkan di ajak untuk mengalami, mencoba, dan menemukan hal-hal baru melalui aktivitas menyenangkan.
Oleh karena itu, Merdeka Belajar di PAUD memiliki peran besar dalam membangun pondasi karakter, kreativitas, dan kemandirian sejak usia dini, yang sejalan dengan contoh P5 dalam Kurikulum Merdeka, yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek pembelajaran anak.
Prinsip Merdeka Belajar di PAUD

Sebelum membahas contoh penerapannya, ada baiknya memahami prinsip dasar yang mendukung keberhasilan Merdeka Belajar di tingkat PAUD, yaitu:
- Berpusat pada anak – setiap kegiatan harus sesuai tahap perkembangan dan kebutuhan anak.
- Belajar melalui bermain – bermain adalah metode utama yang di pakai untuk menstimulasi berbagai aspek perkembangan.
- Lingkungan yang aman dan nyaman – suasana belajar perlu di buat kondusif agar anak bebas bereksplorasi.
- Pengalaman langsung – anak belajar dengan melakukan, bukan hanya mendengar atau melihat.
Memahami Konsep Dasar

1. Belajar Mengenal Alam Sekitar
Guru dapat mengajak anak bermain di halaman sekolah untuk mengamati tumbuhan, hewan kecil, atau batu-batuan.
Aktivitas sederhana ini bukan hanya mengenalkan konsep alam, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap lingkungan.
Anak dapat di minta mengumpulkan daun berbeda bentuk, lalu menyusunnya menjadi kolase.
2. Projek Kreativitas Seni
Anak-anak diberikan kesempatan untuk berekspresi melalui kegiatan menggambar, melukis dengan jari, atau membuat karya dari bahan bekas.
Aktivitas ini tidak sekadar melatih kreativitas, tetapi juga mengembangkan koordinasi motorik halus. Hasil karya anak dapat dipajang di kelas, sehingga mereka merasa dihargai dan lebih percaya diri.
3. Kegiatan Eksperimen Sederhana
Guru bisa mengajak anak melakukan percobaan ringan, misalnya mencampur warna air, meniup balon dengan soda kue, atau menanam biji kacang dalam kapas.
Kegiatan ini membuat anak belajar konsep sebab-akibat dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, mereka juga terbiasa mengamati perubahan yang terjadi di sekitar.
4. Bermain Peran (Role Play)
Melalui permainan peran, anak bisa menirukan profesi tertentu, seperti dokter, pedagang, atau guru. Aktivitas ini membantu anak mengembangkan imajinasi, komunikasi, sekaligus kemampuan sosial.
Misalnya, saat bermain sebagai dokter, anak belajar tentang pentingnya menjaga kesehatan sambil berinteraksi dengan teman-temannya.
5. Mengenal Budaya dan Tradisi Lokal
Merdeka Belajar juga dapat diterapkan melalui kegiatan pengenalan budaya. Guru bisa mengajak anak mendengarkan dongeng daerah, menyanyikan lagu tradisional, atau mengikuti permainan khas lokal. Dengan cara ini, anak tidak hanya senang bermain, tetapi juga mulai mengenal nilai-nilai budaya sejak dini.
Manfaat Penerapan Merdeka Belajar di PAUD

- Anak menjadi lebih percaya diri karena merasa diberi kebebasan.
- Kreativitas dan imajinasi berkembang melalui kegiatan yang variatif.
- Keterampilan motorik halus dan kasar terlatih secara alami.
- Anak belajar bersosialisasi dengan teman sebaya melalui permainan bersama.
- Nilai budaya, lingkungan, dan karakter diperkenalkan sejak dini.
Kesimpulan
Penerapan Merdeka Belajar di PAUD memberikan peluang besar bagi anak untuk tumbuh sesuai potensinya.
Melalui kegiatan yang menyenangkan, anak belajar banyak hal sekaligus, mulai dari kreativitas, sosial, hingga pemahaman budaya.
Dengan dukungan guru dan lingkungan yang kondusif, konsep Merdeka Belajar akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan pendidikan anak di masa depan.
FAQ
Tujuannya adalah memberikan kebebasan anak untuk bereksplorasi dan belajar sesuai minat, sambil tetap memperhatikan perkembangan karakter dan keterampilan dasar.
Guru dapat merancang kegiatan berbasis bermain, eksperimen sederhana, seni, dan role play yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Ya, dukungan orang tua sangat penting agar anak bisa mengulang pengalaman belajar di rumah dan lebih termotivasi.








Leave a Reply