Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter, kreativitas, serta kemampuan sosial anak.
Di era Kurikulum Merdeka, pembelajaran di PAUD semakin diarahkan pada kebebasan belajar, eksplorasi, dan pengalaman nyata.
Dengan pendekatan Merdeka Belajar, anak tidak dipaksa untuk hanya duduk diam di kelas, melainkan diberi kesempatan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya secara menyenangkan.
Oleh karena itu, contoh pembelajaran Merdeka Belajar di PAUD sangat bervariasi.
Guru dapat mengajak anak bermain sambil belajar, mengenal alam, bahkan melakukan kegiatan sederhana yang membentuk sikap mandiri.
Artikel ini akan membahas beberapa contoh P5 dalam Kurikulum Merdeka yang dapat diterapkan di kelas maupun di luar kelas.
Dalam konteks ini, P5 berfungsi sebagai cara untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek pembelajaran, baik melalui kegiatan sosial, lingkungan, maupun kepemimpinan yang mendalam.
Prinsip Pembelajaran Merdeka Belajar di PAUD

Sebelum masuk ke contoh, ada baiknya memahami prinsip dasar pembelajaran di PAUD sesuai Kurikulum Merdeka:
- Berpusat pada anak, sehingga setiap kegiatan menyesuaikan minat dan tahap perkembangan mereka.
- Belajar sambil bermain, karena anak usia dini belajar paling efektif melalui aktivitas menyenangkan.
- Kontekstual, artinya kegiatan belajar dekat dengan kehidupan sehari-hari.
- Fleksibel, guru dapat menyesuaikan metode sesuai kondisi kelas dan lingkungan.
- Menguatkan karakter, sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila sejak dini.
Dengan prinsip tersebut, anak-anak tidak hanya belajar kognitif, tetapi juga emosional, sosial, dan spiritual.
Contoh Pembelajaran Merdeka Belajar di PAUD

1. Belajar Warna Melalui Alam Sekitar
Guru dapat mengajak anak berjalan-jalan di halaman sekolah untuk mengenal berbagai warna. Misalnya, rumput berwarna hijau, bunga berwarna merah, atau langit berwarna biru. Dengan begitu, anak belajar warna sambil berinteraksi dengan lingkungan nyata.
2. Mengenal Bentuk dari Mainan Blok
Daripada hanya menempel gambar, anak bisa membangun rumah-rumahan atau menara dari balok. Kegiatan ini bukan sekadar mengenalkan bentuk, melainkan juga mengasah kreativitas serta keterampilan motorik halus anak.
3. Belajar Angka dengan Lagu dan Gerakan
Anak usia dini lebih mudah memahami angka melalui lagu. Contohnya, guru bisa menyanyikan lagu berhitung sambil mengajak anak melompat, menepuk tangan, atau berbaris sesuai jumlah. Dengan cara ini, mereka belajar sambil bergerak aktif.
4. Pengenalan Hewan dengan Cerita Bergambar
Guru dapat bercerita menggunakan buku bergambar tentang binatang. Setelah itu, anak bisa diminta menirukan suara atau gerakan hewan. Aktivitas ini membuat anak belajar bahasa, imajinasi, dan empati terhadap makhluk hidup.
5. Projek Sederhana: Menanam Kacang Hijau
Anak-anak dapat diajak menanam biji kacang hijau di kapas basah. Setiap hari, mereka mengamati pertumbuhan tanaman tersebut. Kegiatan ini menumbuhkan rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan kecintaan pada alam.
6. Permainan Peran (Role Play)
Guru bisa membuat mini market sederhana di kelas, lalu anak-anak bergantian menjadi penjual dan pembeli. Melalui permainan ini, mereka belajar berhitung, komunikasi, serta keterampilan sosial.
7. Aktivitas Seni dan Musik
Anak dapat mengekspresikan diri melalui menggambar, mewarnai, atau bernyanyi bersama. Tidak hanya melatih kreativitas, kegiatan seni juga membantu perkembangan emosional anak.
Kelebihan Pembelajaran Merdeka Belajar di PAUD

Mengapa Merdeka Belajar penting diterapkan di PAUD? Berikut alasannya:
- Anak lebih aktif, karena belajar dilakukan dengan cara bermain.
- Mengembangkan karakter, seperti mandiri, peduli, dan percaya diri.
- Fleksibel, sehingga guru dapat menyesuaikan metode sesuai kebutuhan.
- Menyenangkan, karena anak belajar melalui pengalaman nyata.
- Membentuk keterampilan dasar abad 21, seperti kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi sejak dini.
Tips Guru dalam Menerapkan Merdeka Belajar di PAUD

Agar pembelajaran berjalan optimal, guru dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
- Observasi minat anak sebelum merancang kegiatan.
- Gunakan media sederhana, misalnya benda sekitar, lagu, atau permainan tradisional.
- Libatkan orang tua agar proses belajar juga berlanjut di rumah.
- Lingkungan yang tenang, aman, dan menyenangkan akan membantu anak lebih percaya diri dalam bereksplorasi.
- Berikan apresiasi, agar anak semakin percaya diri dalam belajar.
Kesimpulan
Contoh pembelajaran Merdeka Belajar di PAUD menunjukkan bahwa belajar tidak harus membosankan. Dengan menggabungkan bermain, eksplorasi, dan pengalaman nyata, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, percaya diri, serta mandiri.
FAQ
Tujuannya adalah memberikan kebebasan anak untuk belajar sesuai minat dan tahap perkembangannya melalui aktivitas menyenangkan.
Tidak, bermain dijadikan media utama agar anak belajar konsep kognitif, sosial, emosional, dan motorik.
Ya, orang tua dapat mendukung proses belajar anak di rumah dengan kegiatan sederhana yang sejalan dengan pembelajaran di sekolah.








Leave a Reply