Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan tahap penting dalam pendidikan anak usia dini. Pada fase ini, anak mulai mengenal dunia belajar lebih terstruktur.
Oleh karena itu, pemerintah melalui Kurikulum Merdeka memberikan pendekatan yang lebih fleksibel. Dengan demikian, guru dapat menyesuaikan metode mengajar sesuai kebutuhan dan minat anak.
Kurikulum Merdeka Belajar TK tidak hanya fokus pada pengetahuan akademik. Sebaliknya, kurikulum ini menekankan pembentukan karakter, keterampilan hidup, serta pengembangan kreativitas anak.
Karena itu, pembelajaran di lakukan dengan cara yang menyenangkan, kontekstual, dan penuh aktivitas bermain.
Prinsip Kurikulum Merdeka TK

Agar pelaksanaan kurikulum lebih efektif, terdapat beberapa prinsip utama yang perlu di perhatikan, yaitu:
- Berpusat pada Anak – Semua kegiatan di arahkan sesuai kebutuhan, minat, dan tahap perkembangan anak.
- Belajar melalui Bermain – Aktivitas bermain menjadi media utama untuk menstimulasi perkembangan.
- Kontekstual dan Fleksibel – Guru menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi lingkungan sekitar.
- Kolaboratif – Orang tua, sekolah, dan lingkungan di libatkan dalam proses pembelajaran.
- Holistik – Semua aspek perkembangan anak, baik kognitif maupun non-kognitif, di kembangkan secara seimbang.
Baca Juga: Contoh Kurikulum Merdeka
Dengan prinsip tersebut, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, sekaligus kreatif.
Contoh Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka TK

1. Nilai Agama dan Moral
Anak dibiasakan untuk berdoa, menghormati orang tua, dan mengucapkan salam. Dengan begitu, nilai spiritual dan moral dapat tertanam sejak dini.
2. Sosial dan Emosional
Melalui kegiatan kelompok, anak belajar berbagi, bekerja sama, dan mengendalikan emosi. Akibatnya, kemampuan bersosialisasi mereka meningkat secara bertahap.
3. Bahasa
Anak diperkenalkan pada kosakata baru melalui cerita, lagu, dan percakapan sederhana. Karena itu, keterampilan berbicara dan mendengarkan berkembang lebih optimal.
4. Kognitif
Kegiatan berhitung sederhana, mengenal bentuk, hingga mengelompokkan warna membantu anak berpikir logis. Selain itu, anak belajar menemukan solusi dari permasalahan sederhana.
5. Motorik
Aktivitas seperti menari, berlari, melompat, hingga menggambar membuat anak lebih terampil. Dengan demikian, koordinasi gerak kasar dan halus mereka berkembang seimbang.
6. Seni dan Kreativitas
Anak diberi kesempatan untuk menggambar, menempel, atau bermain musik. Oleh karena itu, daya imajinasi serta kreativitas dapat berkembang dengan baik.
Keunggulan Kurikulum Merdeka TK

Jika dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, Kurikulum Merdeka TK memiliki sejumlah keunggulan.
Pertama, guru lebih bebas dalam memilih metode belajar. Kedua, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan karena berbasis permainan.
Ketiga, anak tidak merasa tertekan, melainkan bersemangat mengikuti kegiatan. Akhirnya, pembelajaran tidak hanya mengasah akademik, tetapi juga membentuk karakter.
Baca Juga: Contoh Kurikulum Merdeka
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Contoh Kurikulum Merdeka Belajar TK menekankan pembelajaran yang menyenangkan, relevan, dan berpusat pada anak.
Dengan pendekatan yang fleksibel, anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga berkembang dalam aspek sosial, emosional, motorik, bahasa, serta kreativitas.
Pada akhirnya, Kurikulum Merdeka menjadi dasar penting untuk membangun generasi yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.
FAQ
Tujuannya adalah mengembangkan potensi anak secara menyeluruh melalui kegiatan bermain yang bermakna.
Ya, tetapi tidak secara kaku. Materi akademik di berikan secara sederhana dan kontekstual.
Orang tua berperan mendukung pembelajaran anak di rumah melalui kegiatan sehari-hari.








Leave a Reply