Usia dini sering disebut sebagai masa emas perkembangan anak. Pada fase ini, anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat baik dalam aspek fisik, emosi, maupun kemampuan berpikir.
Oleh karena itu, pendidikan pada tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) memegang peranan penting.
Melalui Kurikulum Merdeka, pemerintah memberikan arah baru dalam pembelajaran PAUD dengan menekankan capaian perkembangan.
Tujuan utama dari capaian ini bukan sekadar menyiapkan anak masuk SD, melainkan juga membangun karakter, kemandirian, dan keterampilan sosial sejak dini.
Pengertian Capaian Perkembangan PAUD

Capaian perkembangan dalam Kurikulum Merdeka PAUD dapat dipahami sebagai kompetensi yang seharusnya dimiliki anak pada akhir masa pendidikan usia dini.
Fokusnya bukan pada pencapaian akademik yang kaku, melainkan pada perkembangan menyeluruh sesuai tahap tumbuh kembang anak.
Dengan adanya capaian ini, pendidik dan orang tua memiliki panduan yang jelas untuk mendukung anak agar berkembang sesuai potensinya. Karena itu, setiap anak diberikan ruang eksplorasi sesuai minatnya, bukan dipaksa menguasai materi yang belum sesuai tahap usianya.
Prinsip Utama Capaian Perkembangan PAUD

Dalam implementasinya, capaian perkembangan Kurikulum Merdeka PAUD di dasarkan pada beberapa prinsip utama, yaitu:
- Berorientasi pada kebutuhan anak
Proses belajar di arahkan agar sesuai dengan keunikan, minat, serta potensi masing-masing anak. - Belajar melalui bermain
Dunia anak adalah dunia bermain. Karena itu, kegiatan belajar di PAUD di rancang dalam bentuk aktivitas yang menyenangkan. - Holistik dan seimbang
Perkembangan anak di lihat secara menyeluruh, mulai dari aspek motorik, kognitif, bahasa, sosial, hingga moral. - Bertahap sesuai usia
Capaian di susun mengikuti tahap perkembangan alami anak sehingga tidak menimbulkan tekanan berlebihan. - Membangun karakter positif
Anak di biasakan dengan nilai-nilai seperti disiplin, mandiri, peduli, dan menghargai perbedaan.
Dengan prinsip tersebut, pembelajaran PAUD menjadi lebih fleksibel, menyenangkan, dan bermakna bagi anak.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka
Aspek-Aspek Perkembangan Anak dalam Kurikulum Merdeka PAUD

1. Perkembangan Nilai Agama dan Moral
Anak di kenalkan pada kebiasaan baik sesuai ajaran agama masing-masing. Misalnya, berdoa sebelum makan, berkata sopan, dan menghargai teman. Dengan demikian, sejak dini anak belajar memahami pentingnya akhlak dan moral.
2. Perkembangan Fisik dan Motorik
Kurikulum Merdeka mendorong anak untuk aktif bergerak. Aktivitas motorik kasar seperti berlari, melompat, dan menendang bola membantu memperkuat otot.
Sedangkan motorik halus di latih melalui kegiatan seperti mewarnai, meronce, dan melipat kertas.
3. Perkembangan Kognitif
Aspek ini meliputi kemampuan berpikir, mengenali pola, serta memecahkan masalah sederhana. Contohnya, anak belajar membedakan bentuk, menghitung benda, atau menemukan solusi ketika bermain puzzle.
4. Perkembangan Bahasa
Bahasa menjadi sarana utama komunikasi. Anak di harapkan mampu mendengarkan instruksi sederhana, menceritakan kembali pengalaman, dan mengekspresikan perasaan dengan kata-kata.
5. Perkembangan Sosial-Emosional
Anak belajar berinteraksi dengan teman sebaya, berbagi mainan, serta mengendalikan emosi. Selain itu, mereka juga mulai mengembangkan rasa percaya diri dan empati terhadap orang lain.
Kelima aspek ini membentuk gambaran utuh mengenai pertumbuhan anak yang sehat dan seimbang.
Fase Fondasi dalam Kurikulum Merdeka PAUD

PAUD berada pada fase fondasi yang menjadi dasar bagi fase-fase pembelajaran berikutnya. Pada fase ini, anak di arahkan untuk:
- Mengenal diri sendiri dan lingkungannya.
- Memiliki rasa ingin tahu tinggi.
- Mulai membangun kebiasaan hidup sehat dan mandiri.
- Mampu berinteraksi secara positif dengan orang di sekitarnya.
Dengan capaian tersebut, anak tidak hanya siap secara akademik untuk melanjutkan pendidikan dasar, tetapi juga matang dalam aspek emosional dan sosial.
Peran Guru dalam Mengoptimalkan Capaian Perkembangan

Guru PAUD berfungsi sebagai fasilitator yang mendampingi anak untuk tumbuh optimal. Beberapa hal yang dapat di lakukan guru antara lain:
- Merancang pembelajaran berbasis permainan.
- Mengamati perkembangan anak secara berkelanjutan.
- Menyediakan lingkungan belajar yang aman dan kreatif.
- Memberikan apresiasi untuk setiap kemajuan anak.
Peran guru sangat penting karena interaksi langsung di kelas menjadi sarana utama anak belajar.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Anak

Orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Karena itu, dukungan mereka tidak boleh di abaikan. Bentuk dukungan orang tua antara lain:
- Membiasakan rutinitas yang baik di rumah.
- Meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.
- Memberikan contoh perilaku positif setiap hari.
- Menjalin komunikasi aktif dengan guru di sekolah.
Kolaborasi guru dan orang tua akan membuat capaian perkembangan anak lebih maksimal.
Baca Juga: Capaian Pembelajaran PAUD Kurikulum Merdeka
Tantangan Implementasi Capaian Perkembangan PAUD

Walaupun Kurikulum Merdeka PAUD sudah di rancang dengan baik, praktik di lapangan masih menemui beberapa kendala, misalnya:
- Keterbatasan fasilitas belajar di sebagian sekolah.
- Perbedaan kemampuan anak yang cukup beragam.
- Guru yang masih membutuhkan pelatihan intensif.
- Kurangnya keterlibatan orang tua karena faktor kesibukan.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, di perlukan dukungan pemerintah, peningkatan kompetensi guru, serta partisipasi aktif orang tua.
Kesimpulan
Capaian perkembangan Kurikulum Merdeka PAUD adalah panduan penting yang memastikan anak berkembang secara utuh sesuai tahap usianya.
Dengan menekankan lima aspek utama—agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, serta sosial-emosional—pendidikan usia dini menjadi lebih bermakna.
FAQ
Capaian perkembangan adalah kompetensi yang diharapkan dimiliki anak pada akhir fase fondasi, mencakup aspek moral, fisik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional.
Tidak. Fokus capaian perkembangan adalah membentuk karakter, kemandirian, dan keterampilan hidup, bukan sekadar kemampuan akademik.
Guru berperan menciptakan kegiatan belajar menyenangkan, memberikan bimbingan, serta mengamati perkembangan anak secara berkelanjutan.










Leave a Reply