Raih Masa Depan Gemilang Bersama Sekolah Ibnu Khaldun

Contoh Kurikulum Merdeka Belajar PAUD PDF

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting sebagai dasar pembentukan karakter dan keterampilan hidup anak. Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka Belajar hadir sebagai pendekatan baru yang lebih fleksibel dan menyenangkan.

Tidak seperti kurikulum sebelumnya yang cenderung kaku, kini pembelajaran PAUD lebih berpusat pada anak, menekankan bermain sebagai inti belajar, serta memberi ruang bagi guru untuk berinovasi.

Selain itu, Kurikulum Merdeka PAUD menekankan pada pencapaian enam aspek perkembangan anak, mulai dari nilai agama hingga kreativitas.

Dengan demikian, pembelajaran bukan sekadar mengenalkan akademik, melainkan membentuk anak yang utuh dan siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Prinsip Kurikulum Merdeka Belajar PAUD

Agar penerapannya lebih terarah, ada beberapa prinsip yang harus di perhatikan, yaitu:

  • Berpusat pada Anak – Setiap kegiatan di desain sesuai minat, kemampuan, dan kebutuhan anak.
  • Belajar melalui Bermain – Aktivitas bermain di jadikan media utama untuk mengembangkan keterampilan.
  • Kontekstual – Anak belajar dari hal-hal yang dekat dengan kehidupannya sehari-hari.
  • Holistik – Pembelajaran mencakup aspek kognitif, sosial, emosional, bahasa, motorik, serta seni.
  • Kolaboratif – Orang tua, guru, dan lingkungan turut berperan dalam mendukung perkembangan anak.

Dengan prinsip ini, pembelajaran akan lebih bermakna sekaligus menyenangkan.

Baca Juga: Contoh Kurikulum Merdeka

Contoh Kurikulum Merdeka Belajar PAUD

Contoh Kurikulum Merdeka Belajar PAUD PDF

1. Nilai Agama dan Moral

Anak di kenalkan dengan kebiasaan positif, misalnya berdoa, mengucapkan salam, serta menolong teman. Akibatnya, mereka belajar memahami perbedaan baik dan buruk sejak dini.

2. Perkembangan Sosial dan Emosional

Melalui kegiatan bermain peran atau permainan kelompok, anak belajar bekerja sama, berbagi, dan mengendalikan emosi. Karena itu, keterampilan sosial mereka berkembang dengan lebih baik.

3. Bahasa

Kegiatan mendengarkan cerita, berdiskusi sederhana, dan bernyanyi membantu anak memperluas kosakata. Selain itu, mereka terlatih mengekspresikan ide melalui bahasa yang sopan.

4. Kognitif

Pembelajaran kognitif di lakukan dengan cara mengelompokkan warna, menghitung benda, serta menyusun puzzle. Dengan cara ini, anak belajar berpikir logis dan menemukan solusi sederhana.

5. Motorik Kasar dan Halus

Kegiatan seperti melompat, berlari, menggambar, hingga meronce membantu perkembangan fisik. Akhirnya, koordinasi tubuh serta keterampilan tangan anak menjadi semakin baik.

6. Seni dan Kreativitas

Melalui kegiatan menari, menggambar, dan bermain musik, anak diberikan ruang untuk berekspresi. Oleh karena itu, kreativitas mereka berkembang lebih optimal.

Keunggulan Kurikulum Merdeka Belajar PAUD

Dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya, kurikulum ini memiliki keunggulan. Pertama, guru lebih bebas mengatur metode belajar. Kedua, anak lebih senang karena belajar dilakukan sambil bermain. Ketiga, orang tua dapat mendukung pembelajaran melalui aktivitas sederhana di rumah. Dengan demikian, pembelajaran berlangsung lebih harmonis antara sekolah dan keluarga.

Baca Juga: Contoh Kurikulum Merdeka

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Contoh Kurikulum Merdeka Belajar PAUD PDF menunjukkan bahwa pembelajaran pada anak usia dini harus dilakukan dengan pendekatan bermain, kontekstual, dan menyenangkan. Dengan penerapan yang konsisten, anak bukan hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga terbentuk menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, serta berkarakter. Akhirnya, mereka memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki jenjang pendidikan dasar.


FAQ

1. Mengapa Kurikulum Merdeka penting di PAUD?

Karena kurikulum ini memberi ruang bagi anak untuk berkembang sesuai dengan minat dan tahap usianya.

2. Apakah Kurikulum Merdeka PAUD fokus pada akademik?

Tidak. Fokusnya adalah bermain sambil belajar agar perkembangan anak lebih menyeluruh.

3. Bagaimana cara guru menilai perkembangan anak?

Guru menilai melalui observasi, dokumentasi kegiatan, serta portofolio hasil karya anak.