Dalam dunia pendidikan, perubahan kurikulum selalu menjadi topik penting yang memengaruhi proses belajar mengajar.
Oleh karena itu, ketika pemerintah menghadirkan Kurikulum Merdeka, banyak pihak menaruh harapan besar terhadap sistem baru ini.
Kurikulum Merdeka tidak hanya menawarkan fleksibilitas, tetapi juga memberikan ruang lebih luas bagi guru dan siswa untuk berkreasi.
Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi terikat pada metode kaku, melainkan dapat di sesuaikan dengan kebutuhan serta potensi peserta didik.
Selain itu, model pembelajaran yang di gunakan dalam Kurikulum Merdeka sangat menekankan peran aktif siswa.
Guru berfungsi sebagai fasilitator yang membimbing, sementara siswa di berikan kesempatan untuk mengeksplorasi, bertanya, serta menemukan sendiri pemahaman baru.
Akibatnya, proses belajar menjadi lebih bermakna, relevan, dan sesuai dengan tantangan abad 21.
Lebih jauh, Kurikulum Merdeka juga menekankan pembelajaran yang kontekstual. Artinya, materi tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi juga dikaitkan dengan kehidupan nyata.
Dengan cara ini, siswa dapat memahami mengapa sebuah pelajaran penting dan bagaimana penerapannya dalam keseharian.
Karena itu, model pembelajaran yang digunakan menjadi kunci keberhasilan implementasi kurikulum ini.
Model Pembelajaran Kurikulum Merdeka

1. Project Based Learning (PjBL)
Pertama, ada model Project Based Learning. Model ini menekankan pembelajaran melalui proyek. Misalnya, siswa di minta membuat karya nyata yang berhubungan dengan pelajaran. Karena berbasis proyek, siswa akan belajar mengatur waktu, bekerja sama, sekaligus berpikir kritis.
2. Problem Based Learning (PBL)
Kedua, terdapat Problem Based Learning. Dalam model ini, guru memulai pembelajaran dengan menghadirkan sebuah masalah. Selanjutnya, siswa di tugaskan untuk menganalisis, mencari informasi, lalu memberikan solusi. Dengan demikian, kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dapat berkembang.
3. Discovery Learning
Selain itu, ada pula Discovery Learning. Dalam model ini, siswa diarahkan untuk menemukan konsep atau pengetahuan melalui eksplorasi. Contohnya, pada pelajaran IPA, siswa dapat melakukan percobaan sederhana untuk memahami hukum fisika.
4. Inquiry Based Learning
Berikutnya, Inquiry Based Learning juga menjadi bagian penting. Model ini menekankan proses bertanya dan menyelidiki. Jadi, siswa di ajak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, mengumpulkan data, serta menarik kesimpulan dari hasil pengamatan.
5. Blended Learning
Terakhir, Blended Learning menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan teknologi di gital. Karena itu, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih modern, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Manfaat Model Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Setelah memahami jenis-jenis modelnya, tentu kita juga perlu mengetahui manfaat penerapannya.
- Membentuk siswa mandiri
Dengan model pembelajaran yang berpusat pada siswa, peserta didik terbiasa mengambil inisiatif dalam belajar. - Mengasah keterampilan abad 21
Misalnya, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, hingga literasi digital. Semua keterampilan ini sangat penting di era global. - Meningkatkan kreativitas
Karena siswa di beri kebebasan, mereka terdorong untuk menciptakan ide-ide baru. - Menghubungkan teori dengan praktik
Materi pelajaran tidak lagi hanya berupa teori, melainkan juga di kaitkan dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: kurikulum merdeka
Contoh Penerapan Model Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Agar lebih konkret, mari kita lihat contoh penerapan model pembelajaran ini di kelas.
Misalnya, pada pelajaran IPS, guru menerapkan Project Based Learning.
Siswa di beri tugas membuat proyek tentang peta wisata daerah mereka. Pertama, siswa melakukan riset tentang potensi wisata lokal.
Kemudian, mereka menyusun laporan, membuat peta, hingga mempresentasikan hasilnya. Melalui proyek tersebut, siswa belajar banyak hal, mulai dari geografi, komunikasi, hingga kerjasama tim.
Contoh lainnya dapat di lihat pada pelajaran IPA dengan Discovery Learning.
Guru bisa mengajak siswa melakukan eksperimen sederhana, seperti mengamati proses fotosintesis. Dengan cara ini, siswa tidak hanya membaca teori, tetapi juga mengalaminya langsung.
Tantangan dalam Penerapan Model Pembelajaran

Walaupun Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas, tentu ada tantangan yang harus dihadapi guru. Pertama, keterbatasan fasilitas menjadi kendala di beberapa sekolah.
Selanjutnya, tidak semua guru siap beradaptasi dengan model pembelajaran baru. Oleh karena itu, pelatihan guru menjadi hal yang sangat penting agar penerapan Kurikulum Merdeka berjalan optimal.
Kesimpulan
Sebagai penutup, dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran Kurikulum Merdeka hadir dengan berbagai keunggulan.
Dengan sifatnya yang fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa, model ini mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Guru dapat memilih berbagai pendekatan, seperti Project Based Learning, Problem Based Learning, Discovery Learning, Inquiry Based Learning, hingga Blended Learning.
FAQ
Model pembelajaran Kurikulum Merdeka adalah pendekatan belajar yang berfokus pada siswa, fleksibel, kontekstual, dan berbasis kompetensi. Guru berperan sebagai fasilitator agar siswa lebih mandiri dalam proses belajar.
Ciri utamanya adalah berpusat pada siswa, fleksibel dalam metode, mengaitkan materi dengan kehidupan nyata, serta menekankan pada pencapaian kompetensi, bukan sekadar penyelesaian materi.
Beberapa model yang di gunakan antara lain Project Based Learning, Problem Based Learning, Discovery Learning, Inquiry Based Learning, dan Blended Learning.








Leave a Reply